Disusun oleh :
SALSA PUTRI OCTAFIYANI
Pendidikan orang dewasa merupakan hal yang bisa disebut mudah untuk dilakukan namun juga sulit untuk dilakukan, dalam artian ketika memberikan pengajaran kepada orang dewasa tidak perlu sesulit mengajar anak kecil yang masih aktif lari kesana kemari, orang dewasa pasti akan lebih bisa menghargai gurnya. Akan tetapi disisi lain mengajar orang dewasa memerlukan teknik yang jelas berbeda dengan ketika memberikan pengajaran kepada anak kecil. Hal ini dikarenakan orang dewasa telah memiliki banyak pengalaman sehingga pola belajar merekapun tentu akan berbeda antara satu dan lainnya. Pemenuhan kebutuhan pendidikan pada usia dewasa dilatarbelakangi dengan dorongan akan kebutuhan pendidikan berdasarkan persoalan masalahan kehidupan sehingga pembelajaran pada orang dewasa lebih menekankan pada belajar dari pengalaman yang dikaji dengan menggunakan perbandingan pengetahuan lain yang relevan sehingga pengetahuan didapat dengan memahami materi secara kontekstual. Dalam melakukan sebuah pembelajaran tentu saja setiap individu membutuhkan motivasi atau semangat pendorong untuk memulai pembelajaran tersebut.
Menurut Santrock (2007) yang dikutip dalam (Winarti, 2018) mengungkapkan bahwa motivasi merupakan proses yang memberikan semangat dan keinginan, kegigihan perilaku, dan arah. Artinya, perilaku yang mempunyai motivasi yaitu perilaku yang penuh daya, terarah, dan bertahan lama.
Dalam aktivitas belajar, motivasi bisa dikatakan sebagai keseluruhan energi penggerak di pada diri peserta didik yang memunculkan kegiatan belajar, yang menanggung kelangsungan dari aktivitas belajar dan memberikan haluan pada aktivitas belajar, sehingga sasaran yang diinginkan oleh subjek itu bisa tercapai. Sedangkan pengertian motivasi belajar sendiri menurut A.M Sardiman (2015) yang dikutip dari (Winarti, 2018) menyatakan bahwa motivasi belajar merupakan serangkaian daya upaya untuk menyediakan situasi serta kondisi tertentu, sehingga individu ingin melakukan sesuatu, dan apabila mereka tidak suka, maka mereka akan berupaya untuk meniadakan atau menghindar dari yang tidak disukainya itu. Motivasi belajar merupakan semua energi pendorong yang bersifat positif dari dalam diri ataupun dari luar diri seorang peserta didik yang menjamin keberlanjutan dan memberikan petunjuk pada kegiatan belajar hingga tujuan yang diinginkan oleh peserta didik dapat tercapai. Dari beberapa penjelasan para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya motivasi belajar ialah keseluruhan kemampuan individu dalam menggerakkan dirinya untuk terlibat dalam kegiatan belajar dimana menjamin kelangsungan dari aktivitas belajar dan memberikan haluan pada aktivitas belajar tersebut, sehingga sasaran yang dikehendaki oleh perorangan atau topik belajar itu dapat tercapai.
Adapun faktor-faktor penyebab munculnya motivasi adalah sebagai berikut :
a. Faktor Intrinsik (Yang berasal dari dalam diri individu), yaitu berbentuk gairah atau keinginan sukses dan dorongan harapan akan cita-cita dan semangat untuk memenuhi kebutuhan akan belajar.
b. Faktor Ekstrinsik (Yang berasal dari luar diri individu) adalah adanya penghargaan atau reward dengan terhadap lingkungan belajar yang mendukung dan aktivitas belajar yang menarik.
Di Indonesia sendiri motivasi belajar pada orang dewasa memang memerlukan perhatian khusus. Pasalnya, semangat belajar di Indonesia sangatlah rendah dan rendahnya motivasi belajara tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor baik dari dalam individu orang dewasa sendiri maupun dari luar. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan, dimana dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwasanya :
a. Pada pembelajaran orang dewasa semakin banyak umur seorang individu maka akan semakin berkurang motivasinya dalam belajar dan menerima materi yang sedang diajarkan kepadanya. Begitupula sebaliknya ketika seorang individu memiliki usia yang masih relatif muda antara rentang usia dewasa awal hingga dewasa pertengahan maka rasa penasarannya masih tergolong tinggi pula sehingga effort dia dalam belajar juga tinggi, hal ini juga akan berpengaruh terhadap motivasi belajar yang dimiliki yaitu rentang usia dewasa awal hingga dewasa pertengahan akan lebih memiliki motivasi belajar yang tinggi daripada dewasa akhir.
b. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di akan dapat menyebabkan mereka malas untuk melakukan pembelajaran. Belajar merupakan suatu hal yang berat hingga memerlukan sedikit paksaan agar tubuh terbiasa dengan pembelajaran dan sistem pembelajaran. Akan tetapi apabila seorang individu memiliki tingkat pendidikan yang rendah maka individu tersebut akan lebih sedikit dalam belajar dan menerima suatu pengajaran baik yang dilakukan secara formal maupun non formal. Akibatnya tubuh seorang individu tersebut akan tidak akan terbiasa dengan suatu pembelajaran yang diberikan kepadanya. Sehingga hal ini akan menyebabkan turunnya motivasi belajar karena rasa malas ketika harus melakukan sebuah pembelajaran.
c. Selain itu, kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih menganggap remeh pendidikan dan menganggap bahwasanya pendidikan bagi orang dewasa ini bukan merupakan suatu kebutuhan sehingga mereka lebih menyepelekkan pembelajaran yang diberikan kepada mereka.
Sikap menyepelekkan pembelajaran ini merupakan bentuk dari cerminan rendahnya motivasi belajar yang ada dalam diri mereka.
Dari hasil penelitian tersebut maka kita semua dapat menyimpulkan bagaimana tingkat motivasi belajar pada orang dewasa di Indonesia.
REFERENSI
Nurdiyanti & Halimah. (2020). Motivasi Pendidikan Orang Dewasa. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol.3 No.2 Hal. 9-14. Winarti, A. (2018). PENDIDIKAN ORANG DEWASA (1st ed.). ALFABETA.
























