Tidak hanya itu, mantan Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan, pentingnya akselerasi vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia). Sigit berharap Forkopimda jemput bola dalam melakukan vaksinasi khususnya bagi warga yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.
“Namun, untuk yang lokasi jauh tidak bisa mendatangi gerai vaksin. Tentunya ada strategi yang kita lakukan bagaimana datangi secara mobile atau door to door. Harapan saya tentunya bagaimana dalam beberapa minggu ke depan seluruh masyarakat betul-betul bisa laksanakan vaksinasi dengan baik,” kata eks Kapolda Banten ini.
Lebih lanjut Sigit mengungkap masuknya COVID-19 varian Omicron menyebabkan positivity rate secara nasional berada di angka 11 persen. Sedangkan untuk wilayah NTB saat ini sudah sebesar lima persen.
Karena itu Sigit menekankan Forkopimda NTB harus melakukan pengendalian COVID-19 secara maksimal. Selain akselerasi vaksinasi, Sigit menyatakan, penguatan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) harus terus dilakukan.
“Ini tentunya kesempatan untuk segera lakukan percepatan akselerasi vaksinasi, kesiapan rumah sakit, kesiapan BOR, obat-obatan. Tentunya kita harapkan dilaksanakan pengecekan. Sehingga kita yakin dan menjaga bahwa seluruh masyarakat kita dalam kondisi siap hadapi varian Omicron,” tutur Sigit.
Menurut Sigit dengan kesiapan dan strategi matang penanganan dan pengendalian COVID-19 akan terus menjaga laju pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah lonjakan pertumbuhan kasus virus Corona.
“Tentunya pengendalian laju Omicron ini menjadi sangat penting. Karena berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah. Tahun kemarin kita berada di angka 3,5 persen. Harapan kita di tengah Omicron ini pertumbuhan ekonomi kita bisa terus meningkat,” papar Sigit.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























