Tagar #SavePakSuharhoyo Menggema di Youtube

Jumat, 21 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kalau ada kegiatan OSIS, Bapak (Suharyono – red) ini selalu datang lihat kami di sekolah, kalau mengajar sangat halus, tidak pernah marah, juga sangat sayang,” komentar Henny Ningrum salah satu siswa SMAN 3 Poso.

Salah satu warga mempertanyakan aparat hukum yang tidak jeli melihat persoalan dan terkesan tebang pilih dalam mempersoalkan kasus pungutan uang sekolah yang disangkakan kepada Suharyono. “Pungutan dana pendidikan itu terjadi di semua sekolah SMA/SMK di Sulteng karena ada payung hukum Pergub 10/2017, pertanyaannya kenapa hanya Kepsek SMA 3 Poso saja yang diproses?” tulis pemilik akun Donasi Channel mengomentari video tersebut.

Sebuah komentar yang cukup panjang dari salah satu netizen menarik untuk disimak. Selain mempertanyakan tentang proses hukum yang tebang pilih, dia juga menyinggung soal kepatuhan keluarga guru korban kriminalisasi itu terhadap hukum yang sedang berjalan.

“Ibu (Nurhayati, istri Suharyono – red) ini akan menempuh upaya PK bersama pengacaranya. Hal yang menarik adalah berarti ibu ini menghormati putusan MA namun tidak setuju dengan putusannya. Apakah mengerti? Hal itu karena ada 2 kasus yang objeknya sama akan tetapi putusan berbeda. Banyak sekolah pungut (uang – red) komite, kenapa hanya suami dari ibu ini saja yang diproses?” tulis akun Cyndie Cici mempertanyakan proses penegakkan hukum yang aneh itu.

Sementara itu, para guru SMAN 3 Poso terlihat cukup tegar dan tetap bersemangat membela dan memperjuangkan nasib pimpinan sekolah mereka. “Kami sebagai guru SMAN 3 tetap berjuang untuk Pak Suharyono, sekolah sangat bagus karena dukungan orang tua, ada payung hukumnya, juga ada 2 kasus (yang sama – red), kenapa yang satu bebas dan yang lain tidak bebas?” tulis Hendro Firgiawan, salah satu guru SMN 3 Poso, yang dibenarkan oleh guru lainnya, Dra. Mariani.

Mutia Reza, salah saru siswa kelas 12 SMAN 3 Poso dengan penuh harap menulis semoga Kepala Sekolah mereka diberikan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. “Semoga diberikan jalan yang terbaik dan kemudahan bagi bapak guru kita. Dari kami, siswa kelas 12 Smantig Poso,” tulis Mutia Reza. (RUMBI/Red)

Berita Terkait

Kapolres Boyolali Sampaikan Rasa Duka Cita atas Meninggalnya Anggota KPPS TPS 06 Desa Gubug, Kec.Cepogo
Melalui Zoom Meeting, Jelang Pensiun Bagi Anggota Polri dan ASN Polres Majalengka Mengikuti Latihan Keterampilan Kewirausahaan
Sambang Dialogis, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesambi Ajak Warga Harkamtibmas
Dandim dan Kapolres Sukoharjo Tinjau Pertandingan Catur Asean Para Games.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesenden, Bantu Angkat Material Rutilahu Warga
HASIL RAPAT PARIPURNA DPM UNILAK, SEPTIAN FRANDIKA DAN TENGKU IBNUL SAH TERPILIH MENAHKODAI BEM UNILAK PERIODE 2022/2023
Diduga Ada Korupsi, Ormas BANASPATI Akan Melaporkan Program P3 – TGAI Kec.Babakan
Operasi Miras Gabungan Satres Narkoba dan KRYD Polres Cirebon Kota Amankan Miras Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 22:01 WIB

Kapolres Boyolali Sampaikan Rasa Duka Cita atas Meninggalnya Anggota KPPS TPS 06 Desa Gubug, Kec.Cepogo

Selasa, 2 Agustus 2022 - 11:13 WIB

Melalui Zoom Meeting, Jelang Pensiun Bagi Anggota Polri dan ASN Polres Majalengka Mengikuti Latihan Keterampilan Kewirausahaan

Selasa, 2 Agustus 2022 - 11:10 WIB

Sambang Dialogis, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesambi Ajak Warga Harkamtibmas

Selasa, 2 Agustus 2022 - 11:06 WIB

Dandim dan Kapolres Sukoharjo Tinjau Pertandingan Catur Asean Para Games.

Selasa, 2 Agustus 2022 - 11:03 WIB

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesenden, Bantu Angkat Material Rutilahu Warga

Berita Terbaru

PERISTIWA

Temuan BPK Soal Praktik Cashback di Sekolah Jadi Sorotan

Senin, 25 Mei 2026 - 21:03 WIB

eropa365 https://dadunation.it.com/