Warga Sulut Pertanyakan Sumber Dana Pembangunan Gedung Bernilai Miliaran Milik Ketua PN Manado

Selasa, 23 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain ruangan berbentuk ruko 2 pintu, gedung yang diproyeksikan akan dikelola oleh menantu Ketua PN Manado tersebut memiliki 15 kamar kos, yang terdiri atas 7 kamar kos di lantai dasar dan 8 kamar kos di lantai atas (lantai 2). “Kamar kos-kosan-nya ada 15 kamar, 7 kamar di lantai bawah dan 8 kamar di lantai atas,” tambah RSN yang diiyakan oleh rekan kerjanya bernama Samsuddin.

Dalam kamar kos tersedia fasilitas yang cukup lengkap, yakni AC, almari pakaian, kamar mandi, dan tempat tidur dengan kasur tebal. “Semua fasilitas dalam kamar disediakan, seperti AC, almari, dan tempat tidur. Juga ada kamar mandi di setiap kamar kos. Kita juga menyediakan dapur bersama di setiap lantai,” terang RSN yang mengaku bahwa anak perempauannya dinikahi oleh anak lelaki Ketua PN Manado (sudah almarhum) dan telah dikaruniai 2 anak.

Tidak hanya tersedia kamar kos dan ruko, di sisi depan bangunan itu, tepatnya di lantai 2, terdapat ruangan pribadi dengan 2 kamar, 1 ruang tamu, ruang mushala, ruang makan, dapur dan kamar mandi. “Ruangan ini akan dipakai sendiri untuk pribadi nantinya oleh Pak Hakim Djamaluddin. Mungkin nanti kalau sudah pensiun akan banyak tinggal di sini,” jelas RSN.

Di ruang pribadi yang terkesan seperti rumah pribadi di dalam gedung kos-kosan itu, terdapat lebih dari 10 perabotan (kursi) hakim yang diduga kuat merupakan inventaris kantor yang diangkut dari PN Manado. Walau terlihat masih sangat bagus, kursi-kursi hakim warna hijau lumut itu mulai berdebu dan dibiarkan tidak terurus. “Ini pasti inventaris kantor yang diambil dari PN Manado. Apakah boleh inventaris kantor yang merupakan barang milik negara dibawa pulang ke rumah?” celutuk seorang warga yang kebetulan ikut melihat-lihat bersama pewarta.

Bangunan yang berdiri di atas tanah seluas kurang-lebih 500 meter persegi itu tergolong cukup mewah untuk ukuran warga sekitar. Lantai keramik bermerek, pintu dan jendela kayu utuh berkualitas, dan perabotan yang cukup mahal, membuat setiap warga yang melihat hal itu akan bertanya ‘dari mana uang yang digunakan Pak Hakim Djamaluddin untuk bangun gedung kos-kosan itu?’. “Harga tanah di situ juga terbilang mahal, pasaran harga di sana berkisar 4-5 juta per meter,” kata narasumber yang merupakan warga di Kecamatan Tikala, Manado, itu.

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru