Ciamis patrolinews86.com – Mengenal Sejarah Keberadaan Situ Lengkong Panjalu memang bisa memakan waktu yang cukup lama jika kita mendengarkannya dari para sesepuh panjalu Namun cerita sebuah mitos turun-temurun terus berkembang hingga kini, tentang Danau Situ Lengkong Panjalu, Bumi Alit ataupun sejarah lainnya yang berada di Panjalu Ciamis.
Konon katanya keberadaan Situ Lengkong ini dijaga sepasang harimau jadi-jadian yang merupakan cucu kembar Prabu Siliwangi yang sempat berubah raga setelah mandi di kulah yang dikeramatkan Konon, sebelum menjadi penjaga Situ Lengkong, sepasang cucu kembar Prabu Siliwangi
Setelah berubah wujud menjadi harimau jadi-jadian, sepasang cucu kembar Prabu Siliwangi konon diberi nama dengan Bombang Larang untuk yang berkelamin jantan dan Bombang Kencana buat si harimau betina.
Untuk diketahui, Danau Situ Lengkong atau sering dikenal dengan Situ Panjalu merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang memiliki banyak mitos atau cerita pada jaman dulu baik dari penunggu situ lengkong ,Makam yang berada di situ lengkong ,kelelawar yang tak pernah hilang, Air situ lengkong yang dikeramatkan yang kabarnya berasal dari air jam jam tanah arab juga tentang pusaka pusaka yang disimpan di Bumi Alit.yang kabarnya ada naga sebagai penunggunya.
Keberadaan Situ Lengkong Panjalu ini tidak pernah sepi cerita bahkan dari para wisatawan yang berkunjung baik itu wisatawan dari dalam daerah maupun yang dari luar daerah yang selalu antri dengan memakai mobil bus.
Keindahan Situ Lengkong Panjalu,memang terdapat beberapa cerita dan mitos yang berkembang di kalangan masyarakat luas yang diyakini dari dulu sampai sekarang bahkan puncak keramaian kalau ada perayaan akbar yang disebut panjang jimat atau ngumbah keris keramat yang biasa disebut (Nyangku) bagi masyarakat panjalu.
Dengan hiburan dan arak arakan dari mulai dikeluarkannya keris pusaka dari bumi alit hingga ke situ lengkong (situ gede) ada mitos unik seputar terbentuknya danau di Situ Lengkong, konon air danau ini berasal dari tetesan air zam-zam yang dibawa oleh putra mahkota Kerajaan Panjalu yang dibawa dari Mekkah yang bernama Raden Boros Ngora.
Sementara dikisahkan 2 harimau jadi-jadian di Situ Lengkong, yakni sepasang harimau bernama Bombang Larang (jantan) dan Bombang Kencana (betina) –belakangan oleh warga setempat dikenal sebagai maung panjalu atau harimau Panjalu.
Dalam kisahnya, kedua harimau ini sebenarnya adalah manusia dan cucu kembar dari Prabu Siliwangi, raja Padjajaran.Si kembar Bombang larang dan bongbang kencana ini lahir di Panjalu dan saat remaja mereka hendak menyusul ayahnya sambil berguru kepada orang sakti, namun sayang keduanya melanggar aturan sang guru dengan cara mandi di kolam air yang jernih yang kabarnya itu adalah air dari tali ari2 si kembar yang berubah jadi kolam atau kulah kecil.
Selain itu, menurut mitos yang beredar turun-temurun dari mulut ke mulut di masyarakat Panjalu, Situ Lengkong dihuni oleh makhluk gaib berbentuk ular besar dan panjang menyerupai seekor naga seperti di Bumi Alit.sehingga banyak sekali pantrangan dan ucapan yang harus dijaga jangan sampai mengatakan hal hal yang sipatnya tidak senonoh atau tidak sopan.Makhluk gaib tersebut diyakini masyarakat sebagai sosok penjaga dan pelindung Panjalu, terlebih bila ada manusia yang ingin berniat jahat untuk merusak keasrian Situ Lengkong.
Intinya selain kita diwajibkan harus menjaga adat istiadat juga kesopanan dan tatak rama santun dalam berucap serta menjaga kelestarian lingkungan itu adalah satu kewajiban kita sebagai manusia agar alam tetap terjaga dan indah untuk dinikmati. PANJALU (Papagon Agama Nagara Jadiken Amalan Lakulampah Ulah salah) itu juga nama yang sangat unik dan banyak memiliki arti. (dirangkum dari berbagai cerita rakyat oleh duduy setiawan)
























