“Total kita ada 12 rumah sakit rujukan Covid-19 dan satu rumah sakit darurat Covid-19, yakni RS PKU Muhammadiyah Prambanan. Saya kira untuk rumah sakit yang kecil sudah banyak kosong seperti di RSIA Aisyiyah dan RS Diponegoro. Kalau yang rumah sakit ring satu tetap masih ada (pasien Covid-19),” ucapnya.
Pihaknya masih menunggu rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya yang ingin mengalihkan bed-nya untuk pasien umum. Meski begitu, mereka tetap diminta untuk selalu siap jika ada kenaikan kasus Covid-19 sewaktu-waktu.
Sementara itu, perwakilan dari manajemen RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Yuniarida membenarkan jika RS tersebut mengalihkan bed bagi pasien Covid-19 menjadi pasien umum. Total sebelumnya jumlah tempat tidur yang digunakan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebanyak 106 bed.
“Kasus Covid-19 mulai menurun, begitu juga angka kematian. Maka itu, kita mengalihkan bangsal Covid-19 menjadi non Covid-19. Mengingat masih ada pasien lainnya yang juga memerlukan bangsal,” ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam melakukan pengalihan itu telah melalui prosedur sterilisasi ruangan terlebih dahulu. Termasuk tetap memisahkan dengan bangsal Covid-19 demi keselamatan pasien dan keamanan petugas medis.
Data dari RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, saat ini jumlah bed yang diaktifkan untuk pasien Covid-19 tinggal 38 tempat tidur.
Berbeda halnya dengan RSD Bagas Waras Klaten yang baru akan melakukan perhitungan terlebih dahulu sebelum melakukan pengalihan. Sebagai informasi, jumlah tempat tidur yang disediakan di rumah sakit milik pemkab itu ada 119 bed.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























