Kuningan patrolinews86.com –
Sarana dan prasarana saluran irigasi yang baik pasti akan berdampak pada hasil pertani yang baik pula yang sudah tentu nantinya akan meningkatkan pula hasil perekonomian di masyarakat terutama pertanian yang biasa ditanam di sawah seperti salah satu contohnya padi.
Tentu Itulah salah satu tujuan pemerintah dalam menurunkan program peningkatan jaringan irigasi di berbagai tempat salah satunya guna mengantisipasi keluhan masyarakat di lapangan baik dari sarana saluran ataupun air mengalir yang paling utama.
Tetapi sangatlah ironis di balik tujuan yang baik kadang menimbulkan hal yang kurang baik bagi sebagian orang, seperti halnya program peningkatan jaringan irigasi D.I. Cikeusik Kabupaten Cirebon, yang lokasi pengerjaannya di wilayah Kabupaten Kuningan , tepatnya yang melintasi Desa Cikeusik dan Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu Kab.Kuningan.
Adaya proyek ini justru di duga malah menyengsarakan masyarakat sekitar, karena mau tidak mau kena gusur dan pihak desa pun ahirnya sangat di pusingkan dengan adanya kegiatan itu, dimana pihak BBWS dianggap tidak kooperatif untuk menjalin komunikasi dengan kami di desa dalam artian kurangnya sosialisasi pada masyarakat menjadikan proyek menjadi keluhan di masyarakat.” Seperti dikata Jayadi Kepala Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu pada media ini Senin (25/4/2022) di kantornya.
Bahkan menurut kades yang lebih akrab dengan nama panggilan Bang Jay ini menjelaskan bahwa warganya yang terdampak proyek pemerintah dengan penyedia PT. Wijaya Karya (Persero) sebanyak 137 rumah akan terkena gusur, tadinya mau sebelum Ramadhan tapi karena mendapatkan perlawanan warga akhirnya belum jadi karena sampai saat ini masih tarik ulur kesepakatan,” menurutnya mungkin nanti setelah lebaran dimmusyawarahkan kembali, tetapi yang pasti akan mendapatkan perlawanan lagi dari warga sebab ada beberapa warga yang mempunyai dokumen pembelian tanah dari oknum BBWS, dan tidak mendapatkan kompensasi sedikitpun.
” Kalau pun terjadi perlawanan menurut saya itu bukan mutlak kesalahan masyarakat, tetapi karena pihak BBWS nya yang tidak baik dalam menjalin komunikasi, sehingga tiap kami mempertanyakan sesuatu pasti jawabannya tidak jelas. Ujungnya tidak ada kepastian, seperti dulu katanya tidak akan ada penggusuran 4 meter ,tiba tiba ada pengusuran bahkan sekarang penggusuran nya 6 meter. Tiap yang datang pasti karyawan bukan pejabatnya jadi yang ada bukanya solusi penyelesaian tetapi permasalahan semakin timbul.” Ucap Kades Jay.
Di akhir pembicaraan Kades Jay berharap agar Pejabat BBWS bisa duduk bareng membahas tentang proyek tersebut untuk mendapatkan solusi agar proyek yang baik ini bukan malah menyengsarakan masyarakat sekitar proyek.” Keluhnya.
Sementara dilapangan, Pantauan di lokasi kegiatan ini baru tahap permulaan di antaranya mengeruk tanah dinding sungai lumpur dari dasar sungai yang telah dangkal dikeruk, tapi sangat di sayangkan tanah hasil pengerukan nya di biarkan menumpuk di pinggir sungai yang sudah pasti disaat kena air hujan tanah beras kemungkinan akan turun lagi ke sungai dan terjadi lagi pendangkalan kembali yang pada ahirnya proyek bisa dianggap mubajir dan proyek hanya menghambur hamburkan anggaran negara kalau sampai dibiarkan seperti itu.
Sementara para pekerja dilapangan ketika ditanya masalah proyek banyak yang enggan berbicara tentang proyek dan hanya bisa menyarankan agar beberapa awak media sebaiknya ke dinas aja atau ke kantor proyek. Karena para pekerja kabarnya mau di hentikan dulu karena mau menjelang lebaran ungkap beberapa pekerja dilapangan.//Ep/ds
Post Views: 40