Poto net
Kuningan patrolinews86.com.-Puasa ayakan merupakan kosa kata dalam bahasa sunda yang berhubungan dengan istilah Ramadhan.
Puasa ayakan dalam bahasa sunda di Kab. Kuningan maknanya adalah mengacu kepada istilah salah satu benda konkret yang bernama ayakan.
Ayakan merupakan sebuah benda berbentuk bundar seperti tampah yang terbuat dari bambu yang dianyam dengan jarak antar lubang saringan itu berjarak, sehingga terlihat bolong-bolongnya.
Fungsi ayakan ini salah satunya sebagai saringan atau alat untuk memisahkan bagian yang tidak diinginkan berdasarkan ukurannya yang memiliki ukuran partikel yang berbeda sesuai yang diinginkannya.
Sementara istilah puasa ayakan merupakan makna khias yang memiliki makna kalau puasanya bolong-bolong seperti lubang ayakan.
Puasa bolong-bolong artinya hari ini puasa besok tidak, kemarin puasa, hari ini tidak. Jadi terkesan puasanya bolong-bolong, puasanya semaunya.
Puasa ayakan memiliki makna akronim sagala nu aya dihakan (semua yang ada di makan) jadi batasan waktu puasanya yang mengatur diri sendiri, ketika ada makanan dan mau ya dimakan saja dan membatalkan puasanya begitu saja.
Puasa ayakan tentu saja tidak baik dan tidak dianjurkan dalam agama.
Kehadiran kata puasa ayakan memperkaya khasanah dan kosa kata dalam bahasa sunda.
Kab. Kuningan yang memiliki kultur sangat beragam dan berada di lokasi wilayah tatar sunda, tentu saja memiliki banyak kosa kata sunda yang berhubungan dengan Ramadhan seperti munggahan, ngabuburit, ngadulag, dan nganteuran, (10/04/2022).
(Deden Sudiana)


























