Indramayu – Patrolinews86.com ,- Kepala Pasar Karangampel, Masdi mengklarifikasi bahwa tak ada pungutan liar (Pungli) di Pasar Karangampel.
Semua pungutan atas dasar rujukan peraturan daerah dan kesepakatan antar para pedagang, dan dianggap bukan pungutan liar.
Kepada awak media, Minggu, 3 Mei 2026, Masdi menegaskan, munculnya kabar terjadi Pungli pada para pedagang sudah menyudutkan dirinya dan perlu diluruskan agar tidak terjadi fitnah.
“Kita memungut kios Rp.4500 perhari, yang pedagang los Rp.3600 dan lemprakan Rp.2000 untuk ukuran 1,5 meter x1,5 meter. Memang ada tambahan pungutan ke pedagang baik kios, los dan pedagang lemprakan Rp.500, cuma itu uang digunakan untuk biaya kebersihan, keamanan, biaya pungut dan sudah sesuai kesepakatan antar pedagang dan pihak pasar,” jelas Masdi.
Pungutan pada pedagang toko emas Rp.50 ribu perkios, Masdi juga membenarkan. Namun, itu sudah berlangsung terjadi sebelum dirinya menjabat 2 tahun yang lalu, dan kebijakan dirinya hanya meneruskan pejabat lama.
“Setelah saya telusuri, pungutan kepada pedagang toko emas itu ada kesepakatan bersama dengan pihak pasar untuk menambah tim keamanan. Pasar Karangampel yang baru ini kan posisinya ada di toang atau tempat sepi jauh dari rumah penduduk, makanya ada kesepakatan untuk menambah tim kemanan atau jaga malam 3 orang, dan bayarannya disepakati dari para pedagang toko emas,” kata Masdi.
Menurutnya, dari 24 kios toko emas, setiap bulan mendapatkan Rp 1,1 juta-Rp1,2 juta perbulan, sementara kita butuh sebesar Rp 3,5 juta perbulan untuk menutup gaji tambahan tim keamanan, jadi pihak pasar juga masih nombok untuk menutup tambahan tim keamanan.
“Jika ini dianggap Pungli, kita akan musyawarakan kembali, bila perlu dihilangkan daripada bermasalah,” tegas Masdi.
Ditambahkan Masdi, gara-gara narasi berita Pungli, dirinya sudah diperiksa Inspektorat dan Tipikor dan sudah menjelaskan sesuai fakta di lapangan pada penyidik tersebut.
Terkait ada dugaan jual beli kios toko emas yang dinarasikan Rp 300 juta dan los lemprakan Rp 7,5 juta, dirinya mengaku tidak tahu, karena baru menjabat 3 tahun berjalan.
“Saya datang disini, set plan nya pasar sudah begini ada tambahan bangunan baik untuk kios maupun los dan lemprakan, jadi saya tidak tahu jika ada tambahan bangunan di lahan taman dan parkir, silahkan tanyakan ke petugas lama,” jelas Masdi sambil menambahkan sekitar 700 an para pedagang di Pasar Karangampel yang aktif terdiri dari 300 kios, 300 los dan 100 an pedagang lemprakan, dan semua ini untuk pemasukan PAD ke Pemkab Indramayu dari retribusi pasar Karangampel. (Agus Sulist/Cho)
























