Klaten – Patrolinews86.com – Sebanyak 26 anak TK Tegalyoso Teladan Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama (PEKUB) di Komplek Ghra Bung Karno Klaten, Jumat (24/04/2026).
Anak-anak TK ini antusias mengikuti kegiatan belajar di luar kelas yang didampingi 4 guru dan kepala sekolah.
Kegembiraan dan antusias anak-anak TK ini tampak sejak kedatangan mereka di depan Gedung Graha Bung Karno Klaten untuk melihat lebih jauh tentang Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berlokasi di komplek Ghra Bung Karno Klaten ini.
Kepala Sekolah TK Tegalyoso Teladan Lis Setya Nugraheni, S.Psi mengatakan, tujuan kegiatan outing class ini untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang ada di komplek Ghra Bung Karno ini.
“Kehadiran anak anak TK Tegalyoso Teladan ini ingin melihat lebih jauh macam dan ragam rumah-rumah ibadah yang ada di tempat ini agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” katanya.
Lis Setya Nugraheni menyatakan, dengan mengenal rumah-rumah ibadah agama lain diharapkan dalam diri anak-anak tertanam nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya sikap toleransi dan merawat kerukunan.
“Implementasi nilai-nilai Pancasila memang seharusnya sudah kita tanamkan sejak anak usia dini. Hal ini penting agar nilai-nilai Pancasila menjiwai anak-anak sejak dini, sehingga sikap toleransi, saling pengertian, tenggang rasa, kerjasama dan ikhtiar merawat kerukunan sudah terpatri di sanubari anak-anak,” ujarnya.
Kehadiran anak-anak TK Tegalyoso Teladan tersebut disambut langsung oleh petugas dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Pendeta Harno Sakino, Ir. Wisnu Hendrata, Bu Arum, mbak Nana dan mbak Ayu , Ibu Fitria dan ibuNur yang menjelaskan tentang fungsi rumah ibadah mulai dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng, dan Pura yang berada dalam satu komplek di Grha Bung Karno Klaten.
Pendeta Harno Sakino berpesan agar anak anak dapat mengenali rumah ibadahnya dan juga rumah-rumah ibadah agama lainnya sejak dini di tempat ini dan juga di tempatnya masing-masing.
“Tadi sudah disampaikan fungsi rumah ibadah sesuai dengan agama masing-masing, pentingnya mengembangkan sikap toleransi, saling pengertian diantara umat beragama yang berbeda, hidup rukun serta mampu menjalin kerja sama dalam menjalani kehidupan,” paparnya.
Pendeta Harno Sakino mengatakan, anak-anak setingkat PAUD ini memang sudah saatnya ditanamkan nilai-nilai Pancasila, tentang pentingnya sikap toleransi, dan menjaga kerukunan di masyarakat.
Sementara itu Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Perempuan Kabupaten Klaten Hj Istikomah, M,Pd di tempat terpisah memberikan apresiasi adanya kegiatan outing class dari anak-anak TK Tegalyoso Teladan ini.
“Kegiatan outing class ini untuk mengenalkan kepada anak-anak TK tentang adanya rumah-rumah ibadah bagi semua agama yang ada di Klaten. Semoga menginspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Klaten dan sekitarnya, agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” ucapnya.
Kunjungan belajar anak-anak TK ke pusat edukasi kerukunan, seperti yang dilakukan TK Tegalyoso Teladan ini sangat diapresiasi Istikomah dan pengurus FKUB Kabupaten Klaten karena efektif menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, kerukunan dan persaudaraan sejak dini.
“Kegiatan ini didukung jajaran pengurus FKUB Klaten karena dapat membantu anak mengenal keberagaman melalui metode belajar yang menyenangkan.” katanya.
“Anak-anak akan mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan mereka tentang keberagaman agama yang terjadi di masyarakat. ” kata Istikomah.
Mengingat tingginya antusiasme, kunjungan serupa ke berbagai pusat edukasi baik perpustakaan maupun pusat edukasi kerukunan sangat berharga untuk membangun karakter anak yang berani, percaya diri, dan memiliki wawasan luas.
“Melalui kunjungan belajar semacam ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan indahnya kerukunan dan saling menghormati terhadap sesama.” pungkasnya. ( Budiharjo )


























