Polres Pekalongan Gelar Rakor Antisipasi Keracunan Penerima Manfaat MBG

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Pekalongan – Polda Jateng – Patrolinews86.com
Polres Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) SPPG dalam rangka mengantisipasi terjadinya keracunan pada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (29/09/2025) di Aula Presisi Polres Pekalongan.

Rakor dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat utama Polres, Kapolsek, dan Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan menegaskan pentingnya langkah pencegahan agar kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah tidak sampai terjadi di Kabupaten Pekalongan.

“Rapat ini sebagai langkah antisipasi. Kita akan bentuk Posko Satgas MBG Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pengawasan mulai dari penyaluran hingga penyajian makanan,” ungkapnya.

Diketahui, sejak Agustus hingga September 2025, tercatat 415 kasus keracunan terkait MBG di lima wilayah Jawa Tengah, yaitu Jepara, Rembang, Wonogiri, Klaten, dan Kebumen. Penyebab utamanya diduga akibat penyediaan makanan yang kurang higienis.

Sementara itu, Koordinator wilayah MBG Pekalongan, Naufa, menyampaikan bahwa di Kabupaten Pekalongan terdapat 20 SPPG, dengan 19 diantaranya sudah berjalan dan satu masih dalam tahap administrasi. Hingga kini, kasus keracunan di wilayah Pekalongan masih nihil, meski sempat ada aduan makanan basi di salah satu sekolah di Kecamatan Wiradesa.

Ahli gizi SPPG Erina, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dengan menghindari penggunaan bahan makanan yang mudah basi, seperti ikan laut dan santan, serta menggantinya dengan ikan tambak dan sayuran yang diolah lebih higienis.

Dari sisi kesehatan, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, M. Khairudin, menekankan pentingnya pelatihan bagi pengelola SPPG. Saat ini baru 15 SPPG yang mengikuti pelatihan penjamah makanan, sementara enam lainnya belum.

Sementara perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Ipung, menyoroti masih adanya sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan program MBG, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Polres Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan instansi terkait dalam memastikan program MBG berjalan baik, aman, dan bermanfaat bagi siswa di Kabupaten Pekalongan. (dewi)

Berita Terkait

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.
Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru