Pergerakan Tanah Rusak Enam Rumah di Garut Warga Pilih Mengungsi
Garut – Patrolinews86.com – Pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Garut. Kali ini, bencana tanah gerak melanda Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, sebanyak enam rumah warga terdampak, dua di antaranya berada di Kampung Garasay dan empat lainnya di Kampung Cipadung. Sejumlah warga memilih melakukan evakuasi mandiri dengan membongkar bagian rumah yang masih bisa diselamatkan dan mengungsi ke rumah kerabat.
Kepala Desa Bojong, Jalal, membenarkan adanya dampak signifikan dari pergerakan tanah yang terjadi.
“Ada enam rumah yang terdampak tanah gerak, dua di Kampung Garasay dan empat di Kampung Cipadung. Sebagian warga mengevakuasi sendiri rumah mereka yang hancur,” ujarnya, Senin, 26 Mei 2025.
Salah satu korban terdampak, Jono Mulyana, mengungkapkan bahwa tanda-tanda pergerakan tanah sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
“Awalnya muncul retakan kecil, tapi dalam beberapa minggu terakhir hujan deras membuat retakan semakin parah hingga bangunan hancur dan ambruk. Kami akhirnya mengungsi ke rumah keluarga,” katanya.
Fenomena tanah gerak di wilayah ini diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi di Kecamatan Banjarwangi menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan mempercepat proses longsoran.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun warga terdampak berharap adanya bantuan dari pihak berwenang untuk penanganan darurat dan relokasi.
( Lip indra budiman/ asep )























