Anggaran 234 Milyar, Menjadi Petaka Pengguna Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Barat. HMI dan GMNI Kebupaten Karawang Geram melihat pemandangan ini
Karawang, Patrolinews86.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Marga, menggelontorkan Anggaran besar untuk peningkatan jalan di Ruas jalan Karawang – Cikampek-Pamanukan dengan pagu anggaran Rp 292.985.350.000.,00
Anggaran tersebut di peruntukan untuk peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan yang meliputi pemeliharaan jalan, pemeliharaan Drainase, babadan rumput, perbaikan jembatan meliputi loneng dan oprit serta normalisasi drainase.
Pelaksanaan Preservasi ruas jalan tersebut di kerjakan oleh PT. Saneca Indonesia dengan nilai kontrak Rp 234.390.979.858,20. Sebagai penyedia jasa, selama dua tahun.
Dalam pelaksanaan peningkatan jalan Nasional pihak Penyedia Jasa (PJ) menggunakan kwalitas aspal yang rendah, ini terlihat dari hasil pantauan Patrolinews86 di lapangan. Peningkatan Jalan Nasional di PPK 1 Jawa Barat, ruas jalan Cikampek-Karawang, Cikampek-Pamanukan, Cikampek-Purwakarta. Saat musim hujan banyak lubang besar dan membahayakan pengguna jalan.
Gerakan Mahasiswa Kabupaten Karawang mengecam keras dengan kondisi ruas jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Barat yang membahayakan pengguna jalan hampir di setiap titik.
Menurut Deny Alvarez selalu wakil ketua Gemak Gerakan Mahasiswa Karawang (Gemak) Karawang mengecam keras kepada pejabat di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum yaitu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 1 PPK 1, yaitu ruas jalan Cikampek-Pamanukan, Cikampek-Karawang, Cikampek-Purwakarta dimana PJ mendapatkan pekerjaan di ruas jalan tersebut dari tahun 2022 sampai saat.
Namun dalam pelaksanaannya dugaan kuat PJ menggunakan bahan Aspal Hotmik dengan kwalitas tidak baik. Sehingga saat musim hujan hampir di ruas jalan PPK 1 penuh dengan berlubang dan di biarkan begitu saja, (7/2). “Kwalitas aspal jelek ini terlihat, belum lama di ruas play over cikampek adanya peningkatan jalan, dan pantauan kami, saat ini banyak yg berlubang, dan ini sudah jelas kwalitas aspal jelek, apalagi aspal yang saat ini tergenang air pasti rusaknya”, tegasnya.
Masih kata Bayu, bila anggaran segitu besarnya, untuk pembangunan dan pemeliharaan baik Pemeliharaan Drainase, Pemeliharaan Babadan Rumput, pengecatan Loneng dan Marka jalan, serta Pemeliharaan jalan, dengan baik tentu tidak akan terjadi adanya kerusakan dan genangan air d jalan yang mengakibatkan kerawanan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas, paparnya.
“Kita akan dorong ke uji kelayakan hasil pengerjaan kontruksi dalam hal ini jalan. Dari hasil uji tersebut nanti dapat dilihat apakah proses pengerjaan benar ataupun tidak . Dan bila mana tidak ada Transparansi dari Pejabat Kementrian PU BPJN Jawa Barat wilayah 1, serta pengusaha Gemak akan melakukan aksi dan membikin aduan ke APH, pukasnya.
Sementara itu, saat Patrolinews86 meminta waktu kepada PPK 1 BPJN wilayah Jawa barat 1, menurut Kepala Pengawas Lapangan, yang bersangkutan sibuk dan engga mau menanggapi masalah ini dan mengatakan silahkan mengajukan surat konfirmasi, ucapnya singkatkan.
Sikap seperti ini tentu menjadi pertanyaan publik dan kenapa ppk ataupun PPTK terkesan menghindar ..? Atau mungkinkah semua terjadi kongkalikong atau pemborong kukutan sehingga semua terkesan menutupi dan menghindar..? Entahlah yang jelas masalah ini perlu disikapi oleh pihak Aparat Penegak Hukum guna mengetahui dibalik semua ini..

(Yan/Dian )


























