Prihatin, Terjadi Intimidasi Yang Dilakukan Aparat Kepada Jurnalis di Floresa Manggarai.
PATROLINEWS86.COM – MANGGARAI.
Sangat miris sekali ketika mendapatkan berita dari Floresa, salah satu media online yang ada di Flores, bahwa aparat melakukan tindakan penangkapan terhadap salah satu jurnalis yang melakukan peliputan di lapangan.
Informasi dari sejumlah warga poco leok di kabupaten Manggarai yang sedang unjuk rasa menolak proyek geotermal bahwa Hery Kabut, Pemimpin Redaksi Floresa di tangkap oleh aparat pada 2 oktober 2024 saat sedang meliput.
Hingga Pukul 15.09 wita saat laporan ini dipublikasikan, ia masih di dalam mobil aparat, bersama beberapa warga Poco Leok lain yang juga ikut di tangkap
Kami belum bisa memverifikasi berapa warga yang di tangkap bersama salah satu jurnalis tersebut.
Ketika media PATROLINEWS86.COM ini berusaha menghubungi salah satu rekan jurnalis di Floresa melalui via whatsapp, Anjani Pondang menceritakan bahwa rekannya atau pimpinan Redaksi mereka atas nama Herry Kabut, ke Poco Leok pada 2 Oktober 2024 untuk meliput aksi protes warga yang sejak kemarin berhadapan dengan pemerintah dan Pt.PLN menentang upaya pematokan lahan proyek Geotermal, upaya pematokan itu dikawal aparat gabungan Polisi,TNI dan Satpol-PP.
Ia di pukul saat dibawah paksa ke dalam mobil, kata warga itu.
Ia juga menjelaskan, sejumlah warga berusaha mengambil video dan foto saat penangkapan terjadi, sayangnya dihalau oleh aparat.
Sehingga sampai saat ini pihak Floresa belum bisa berkomunikasi dengan Herry, ungkap Anjani Pondang
Proyek Geothermal Poco Leok merupakan perluasan dari PLN Ulumbu yang sudah beroperasi lebih dari satu dekade lalu dan berada sekitar tiga kilometer arah barat Poco Leok.
Proyek ini bagian dari proyek strategis nasional di Flores, yang masuk dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik PT.PLN 2021-2030.
Warga Poco Leok, yang mencakup 14 kampung adat di kecamatan Sater Mese terus menentang proyek ini yang didanai Bank Kreditanstalt ful Wiederaufbau ( KfW ) dari Jerman.
CCTV BERJALAN – PATROLINEWS86.COM
























