KLATEN – Patrolinews86.com.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kegiatan optimalisasi peran tokoh lintas agama sangat penting dilakukan untuk merawat kerukunan melalui dialog rutin, deteksi dini potensi konflik, dan penyebaran narasi moderasi beragama.
Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai menyerahkan Surat Keputusan ( SK ) Pengurus Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Klaten di kantor FKUB komplek Grha Bung Karno Klaten, Rabu ( 08/04/2026 ).
Menurut Syamsuddin para tokoh lintas agama memiliki kapasitas dan bertindak sebagai teladan toleransi, jembatan komunikasi antarumat, serta penggerak kolaborasi sosial, yang penting untuk mencegah radikalisme dan memperkuat kerukunan.
“Optimalisasi peran tokoh lintas agama melalui
dialog dan sinergi membangun ruang dialog rutin antar-tokoh agama untuk mempererat komunikasi dan menyelesaikan kesalahpahaman secara damai.” katanya.
Dikatakan bahwa terkait deteksi dini konflik para tokoh lintas agama berperan aktif dalam mengantisipasi dan meredam potensi konflik keagamaan agar tidak membesar, terutama di wilayah plural.
“Oleh karenanya narasi moderasi beragama dengan menyebarkan ajaran yang sejuk, toleran, dan tidak memaksakan keyakinan sesuai prinsip QS. Al-Baqarah 2:256 dan QS. Yunus 99 menjadi sangat penting”katanya.
Para tokoh lintas agama kata Syamsuddin memiliki peran menggerakkan pembinaan nilai spiritual bagi generasi muda di masing-masing rumah ibadah, seperti program smart surau dan kolaborasi sosial untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama tanpa memandang perbedaan keyakinan untuk memperkuat ikatan persaudaraan.
“Optimalisasi ini penting agar tokoh agama tidak hanya membimbing ibadah, tetapi juga menjadi agen perdamaian yang menjaga kerukunan.” pungkasnya.
Sementara itu kepala kantor kementerian agama Kabupaten Klaten Chumaiddin ditempat yang sama mengatakan bahwa tokoh lintas agama memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan, agen moderasi beragama, dan penyelesai konflik (mediator) dalam merawat kerukunan.
“Melalui dialog intensif, edukasi toleransi, dan teladan konkret, mereka mampu meredam potensi perpecahan, mempromosikan perdamaian, dan memperkuat komitmen bersama untuk menghormati keberagaman.” katanya.
Para tokoh lintas agama berperan penting dalam meredam persoalan atau gesekan antar umat yang berpotensi memecah belah, serta menyelesaikannya dengan kearifan lokal. ujarnya.
Melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan atau forum lainnya, mereka aktif berkomunikasi, berkoordinasi, dan bersilaturahmi untuk memperkuat sinergi.
“Para tokoh lintas agana menunjukkan perilaku nyata dalam menghargai perbedaan, yang menjadi panutan masyarakat sehari-hari dengan mengajak umat untuk bersatu padu, menjaga kondusifitas, dan menekankan bahwa kerukunan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.” ujarnya.
Chumaiddin juga mendorong kegiatan gotong royong dan sosial tanpa memandang suku, ras, atau agama untuk meningkatkan interaksi sosial yang harmonis.
Melalui sinergi dan peran aktif ini, para tokoh agama menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman. pungkasnya. ( Budiharjo )
























