KOTA CIREBON, PATROLI NEWS86. COM
– Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah selatan Kota Cirebon kembali menjadi sorotan publik. Aktivis wilayah selatan Kota Cirebon, Harun Sutejo, mendesak Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon untuk segera mengambil langkah cepat dan solusi konkret terkait kondisi TPA Kopiluhur yang mengalami overload, Senin ( 16/3/2026).
Menurut Harun, kondisi TPA yang berada di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Tumpukan sampah yang terus meningkat dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, serta mencemari kawasan sekitar.
“Situasi di TPA Kopiluhur saat ini sudah sangat memprihatinkan. Tumpukan sampah semakin menggunung dan dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti pencemaran udara, air, hingga potensi penyakit bagi warga sekitar,” tegas Harun kepada awak media.
Ia menilai, pemerintah daerah tidak boleh menunda penanganan persoalan tersebut karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, perlu ada langkah cepat, terukur, dan transparan dari pemerintah dalam menangani persoalan sampah yang kian kompleks.
Harun juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon agar tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang, seperti optimalisasi pengelolaan sampah, peningkatan kapasitas pengolahan, hingga program pengurangan sampah dari sumbernya.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah nyata, bukan tidak mungkin TPA Kopiluhur akan semakin tidak terkendali. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan strategis agar persoalan ini tidak menjadi bom waktu bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Harun juga meminta Pemerintah Kota Cirebon membuka ruang transparansi kepada publik terkait rencana penanganan overload TPA Kopiluhur. Ia menilai keterbukaan informasi penting agar masyarakat mengetahui langkah-langkah konkret yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah.
Aktivis wilayah selatan Kota Cirebon berharap pemerintah dapat segera bertindak cepat sebelum kondisi TPA semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.
“Ini bukan hanya persoalan sampah, tetapi juga menyangkut masa depan lingkungan dan kesehatan warga Kota Cirebon,” pungkasnya.
( Hn/ red)























