Diduga Ada Penggiringan Oknum Wali Kelas, Ratusan Paket MBG di Paseh Dikembalikan Wali Murid

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung, Patrolinews86 | Beberapa waktu lalu, sejumlah wali murid dari SDN Cijagra 1, SDN Cijagra 3, dan SMP Mekarpawitan di Desa Karangpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengembalikan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak-anak mereka. Aksi tersebut kemudian menjadi viral setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Menu MBG yang dibagikan di sekolah-sekolah tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paseh 1. Dalam video yang beredar, terlihat beberapa wali murid datang berbondong-bondong ke dapur SPPG Paseh 1 untuk mengembalikan bungkusan makanan MBG yang sebelumnya telah diterima oleh para siswa.

Saat ditemui awak media, Sabtu (14/3), pihak dapur SPPG yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa memang benar terjadi pengembalian paket MBG oleh sebagian wali murid. Namun hal tersebut dinilai cukup mengherankan, mengingat berita acara penyerahan makanan telah ditandatangani oleh pihak sekolah.

Lebih lanjut dijelaskan, dari total 3.064 penerima manfaat (PM), hanya 596 PM yang mengembalikan paket MBG. Pengembalian tersebut dinilai tidak memiliki dasar maupun alasan yang jelas. Pihak dapur menduga adanya penggiringan opini yang seolah-olah ingin menjelekkan program pemerintah terkait pembagian Makanan Bergizi Gratis tersebut.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, kegaduhan terkait program MBG di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, diduga dipicu oleh adanya ajakan dari oknum guru wali kelas di salah satu Sekolah Dasar Negeri, yang mengimbau para wali murid untuk bersama-sama mengembalikan atau menolak paket makanan MBG.

Ahli gizi SPPG Paseh 1 yang juga enggan disebutkan namanya menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa makanan yang diberikan kepada para siswa telah disesuaikan dengan standar gizi yang layak dikonsumsi anak-anak.

“Menu yang dibagikan terdiri dari 1 cup puding, 5 buah bola ubi ungu, dan 4 biji buah kurma. Dengan anggaran sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000, makanan tersebut telah diperhitungkan nilai gizinya dan masuk kategori layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak,” ujarnya.

Pihak SPPG Paseh 1 berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Mereka juga menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta terbuka menerima masukan, kritik, dan saran dari berbagai pihak demi perbaikan program ke depan. ***

Berita Terkait

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta
Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 
Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.
1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA
Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu
Ratusan Pelajar SMAN 1 Tukdana Dibawa Ke Fasilitas Kesehatan Diduga Keracunan Bantuan MBG
Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Ludes Terbakar
Rumah Sakit MM Indramayu Terbakar Diduga Api Berasal Dari Bangunan Gudang Hemodialisa RS MM

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:04 WIB

1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu

Berita Terbaru