Boyolali – Patrolinews86.com.
Menguatkan Kopdes sebagai Motor Kebangkitan Ekonomi Desa
Di tengah tantangan ekonomi yang kian dinamis, angin segar berembus dari wilayah lereng Merbabu. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Gladagsari dan Ampel, Kabupaten Boyolali, mendapat sambutan positif dari para Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Mereka menilai, kehadiran koperasi desa (Kopdes) bukan sekadar pelengkap kelembagaan, tetapi fondasi strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
KDMP dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan wadah ekonomi yang berpihak pada warga. Di tengah fluktuasi harga hasil pertanian, keterbatasan akses permodalan, serta panjangnya rantai distribusi, koperasi hadir sebagai instrumen kolektif yang mampu memperkuat posisi tawar petani dan pelaku UMKM desa.
Desa Tidak Lagi Jadi Penonton
Para Kades di wilayah Gladagsari dan Ampel sepakat, desa tidak boleh lagi menjadi penonton dalam pusaran ekonomi. Desa harus menjadi pelaku utama. Melalui KDMP, masyarakat didorong untuk bersatu dalam satu payung usaha bersama, mengelola potensi lokal, serta memaksimalkan sumber daya yang ada.
Gladagsari dan Ampel dikenal sebagai kawasan agraris dengan komoditas unggulan seperti sayuran dataran tinggi, susu sapi perah, serta berbagai produk olahan rumah tangga. Selama ini, hasil produksi warga kerap bergantung pada tengkulak. Dengan adanya KDMP, distribusi dan pemasaran dapat dikelola secara kolektif sehingga nilai tambah kembali ke masyarakat.
Ketua BPD Desa Gladagsari Prayitno, S.Pd, pun menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kelembagaan koperasi melalui regulasi desa yang berpihak pada pemberdayaan ekonomi warga. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi menjadi prinsip utama yang akan dikawal bersama.
Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa
Keberadaan KDMP di dua kecamatan ini bukan hanya tentang pendirian badan usaha. Lebih dari itu, ini adalah momentum kebangkitan ekonomi desa. Koperasi menjadi ruang belajar bersama: belajar manajemen usaha, tata kelola keuangan, hingga pemasaran berbasis teknologi.Rabu ( 25/92/2026)
Di era digital, koperasi desa juga didorong untuk adaptif. Digitalisasi pencatatan keuangan, pemasaran melalui media sosial, hingga kerja sama lintas desa menjadi langkah nyata agar koperasi tidak tertinggal zaman. Desa harus mampu membaca peluang pasar yang lebih luas.
Semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas desa, menemukan relevansinya kembali melalui koperasi. KDMP bukan milik segelintir orang, melainkan milik bersama. Keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada anggota dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU) maupun program pengembangan ekonomi lainnya.
Sinergi Desa dan Kecamatan
Dukungan dari pemerintah kecamatan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan KDMP. Koordinasi antara pemerintah desa, BPD, serta unsur kecamatan di Gladagsari dan Ampel menjadi contoh sinergi yang patut diapresiasi. Kolaborasi ini memastikan koperasi tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Kehadiran KDMP diharapkan mampu menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Boyolali. Jika dikelola dengan baik, koperasi desa dapat menjadi pilar ekonomi yang tangguh, bahkan menjadi benteng menghadapi gejolak ekonomi nasional maupun global.
Sementara ditempat lain Kepala Desa Banyuanyar, Ampel Komarudin, S.T,
Menyampaikan Dari Desa untuk Indonesia
Kisah KDMP di Gladagsari dan Ampel adalah gambaran kecil dari cita-cita besar: membangun Indonesia dari desa. Ketika desa kuat secara ekonomi, maka kecamatan akan kokoh, kabupaten akan berdaya, dan pada akhirnya bangsa ini akan berdiri di atas kemandirian rakyatnya sendiri.
Optimisme para Kades dan BPD bukan tanpa alasan. Mereka melihat langsung potensi dan semangat warganya. Tinggal bagaimana semua pihak menjaga komitmen, profesionalisme, serta semangat kebersamaan agar KDMP benar-benar menjadi alat perjuangan ekonomi, bukan sekadar papan nama.
KDMP telah hadir. Kini saatnya seluruh elemen desa bergerak bersama, menjadikan koperasi sebagai simbol kebangkitan dan kedaulatan ekonomi masyarakat Gladagsari dan Ampel, Kabupaten Boyolali.
Karena ketika desa bangkit, Indonesia pun ikut terangkat, ujar Komarudin. ( Samira, Budiharjo )


























