Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bahwa saat ini jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia semakin bertambah. Namun, di sisi lain berbagai kendala masih dihadapi oleh anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari persoalan finansial, stigma sosial, kesiapan institusi, hingga kendala kultural yang menempatkan ABK pada kondisi yang kurang menguntungkan.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan khusus yang lebih baik bagi ABK, baik melalui pendidikan inklusi maupun melalui layanan sekolah luar biasa (SLB). Salah satunya adalah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya di SLB ( sekolah luar biasa ).

Melihat perubahan dan kemegahan penataan keberadaan sekolah SLB Taruna Mandiri dirinya pun berharap kemajuan yang signifikan ini dapat dipertahankan karena melalui Revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen kami memberikan layanan yang lebih baik anak didik, Apa pun kondisi fisik dan keadaan intelektual, tidak boleh menjadi alasan mereka tidak mendapat hak pendidikan bermutu,” ujar Abdul Mu’ti.
Disini , Mendikdasmen mendorong masyarakat untuk terbuka dan menghapus stigma negatif para ABK. Menurutnya, ABK memiliki potensi menjadi anak hebat jika potensi mereka dapat ditumbuhkan di kembangkan, salah satunya melalui jalur pendidikan layanan khusus seperti SLB dan sejalan dengan tujuan pemerintah mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah untuk memenuhi hak pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menyediakan layanan yang disesuaikan, mengembangkan potensi mereka agar mandiri dan produktif, serta memastikan mereka mendapat pendidikan setara dan berkualitas, melalui kurikulum khusus, guru terlatih, dan lingkungan yang suportif untuk membantu mereka berintegrasi dan berkontribusi pada masyarakat.

Sementara ditempat terpisah dikata Kepala SLBN Taruna Mandiri, Kokoy Kurnaeti SPd .MPd , pertama tama mengucapkan banyak terimakasih atas adanya bantuan Repitalisasi buat sekolah yang dipimpinnya sehingga mengalami perubahan yang signifikan, dimana program revitalisasi telah membawa perubahan besar dalam penguatan pembelajaran vokasional di SLBN Taruna Mandiri. “Sebelumnya bengkel-bengkel sekolah yang jadi ruang keterampilan siswa tadinya sudah pada rusak namun berkat bantuan repitalisasi sekarang sudah lebih nyaman, lebih representatif untuk mendukung dan mengembangkan keterampilan dan kompetensi murid,” ungkap Kokoy.
Masih dikata dia, sejak dibangun pada 2008 lalu, SLBN Taruna Mandiri memfokuskan diri pada pembelajaran vokasional bagi para muridnya. Ada 13 keterampilan yang diajarkan di sekolah tersebut, mulai dari keterampilan membatik, tata boga, kecantikan, hingga hospitality, beberapa ruang yang direvitalisasi merupakan ruang keterampilan yang dirancang tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga selaras dengan industri. Misalnya adalah ruang keterampilan kecantikan spa yang direhab dan dilengkapi dengan peralatan spa berkelas industri.
Masih dikata dia, selain ruang keterampilan, revitalisasi juga dilakukan dengan merehab ruang serbaguna yang dirancang kedap suara. Selain menyesuaikan standar industri untuk ruang ballroom, ruang serbaguna yang kedap suara juga membantu anak-anak, khususnya tunanetra lebih fokus karena ruangan tidak bising.
“Kami berharap, dengan revitalisasi ini SLB ini bisa menjadi contoh bagi SLB lain untuk menyiapkan murid yang memiliki keterampilan kerja dengan dukungan ruang-ruang keterampilan murid yang kian memadai dan selaras dengan industri,” Ujar Kokoy Kurnaeti SPd .MPd.
Lip dhian
























