Pekerjaan Hotmix di RW 2 Pesantren Dilaksanakan Saat Hujan, Tanpa Pengawasan — Warga Minta Dinas DPRKP Tidak PHO Sebelum Kualitas Sesuai RAB

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA CIREBON — patrolinews86.com – Pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan berupa penghamparan hotmix di RW 2, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Sabtu (6/12/2025) menuai sorotan dari masyarakat setempat. Proyek yang bersumber dari APBD Perubahan Kota Cirebon tahun anggaran 2025 dengan pagu Rp 91.290.000 itu dikeluhkan karena dikerjakan dalam kondisi cuaca hujan serta tanpa terlihatnya pengawasan dari konsultan maupun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Rahayu Jaya, perusahaan yang beralamat di Perum Kenapa Residence, Cluster Pringgodani, Lav. 61, RT 4 RW 7, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Proyek ini tercatat dalam SPK Nomor 05/PPK/P.26-UPPSU/2025.

Warga RW 2 menyampaikan kekecewaan mereka terkait metode pelaksanaan yang dinilai tidak sesuai standar. Pengerjaan aspal pada kondisi basah akibat hujan berpotensi menurunkan daya rekat dan tingkat ketahanan jalan, sehingga dinilai berisiko tidak memenuhi kualitas yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selain itu, warga menyoroti tidak adanya pengawasan lapangan dari konsultan dan dinas terkait pada saat pekerjaan berlangsung. Padahal, pengawasan merupakan bagian penting untuk memastikan mutu dan proses pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

“Kami meminta Dinas DPRKP tidak melakukan Provisional Hand Over (PHO) sebelum memastikan bahwa pekerjaan ini benar-benar sesuai dengan RAB dan standar kualitas. Jangan sampai ada penerimaan pekerjaan jika kondisi di lapangan seperti ini,” ujar salah satu tokoh warga.

Masyarakat berharap Dinas DPRKP Kota Cirebon segera memberikan klarifikasi serta menurunkan tim untuk memeriksa langsung kualitas pekerjaan yang sudah dilakukan. Mereka menegaskan bahwa penggunaan anggaran publik harus disertai transparansi, akuntabilitas, dan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Proyek infrastruktur, terutama yang menggunakan dana APBD, sangat penting untuk dikerjakan secara profesional demi memastikan jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.

Screenshot 20251207 134849

(Dedi)

Berita Terkait

Siswa SMPN 4 Kuningan Belajar Tanamkan Kepedulian dan Simpati Sesama Teman
Nikah Gratis Jadi Kado Istimewa Hari Jadi Brebes, 24 Pasangan Sah Tanpa Biaya
Upaya Keras Polsek Lebakbarang Buka Jalur Terisolasi Akibat Longsor
Peringati HUT Satpam ke-45, Sat Binmas Polres Brebes Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Brebes
Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM
Unit Kamsel Satlantas, Laksanakan Koordinasi Lintas Instansi Antisipasi Banjir Dan Jalan Rusak Di Kota Pekalongan
Jalan Kali Lunyu–Benda Kerep Rusak Parah, Warga Minta Pemkot Cirebon Segera Lakukan Perbaikan
Ranting Pohon Patah Timpa Kabel Listrik di Depan SMKN 1 Kedungwuni, Polisi-BPBD Gerak Cepat Evakuasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMPN 4 Kuningan Belajar Tanamkan Kepedulian dan Simpati Sesama Teman

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:04 WIB

Nikah Gratis Jadi Kado Istimewa Hari Jadi Brebes, 24 Pasangan Sah Tanpa Biaya

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:55 WIB

Upaya Keras Polsek Lebakbarang Buka Jalur Terisolasi Akibat Longsor

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:40 WIB

Peringati HUT Satpam ke-45, Sat Binmas Polres Brebes Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Brebes

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:56 WIB

Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM

Berita Terbaru

PEMERINTAH DAN PARLEMEN

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:15 WIB