Biaya politik yang tinggi berakibat merebaknya korupsi para pejabat
Oleh Yos Suhendar
Bandung Patrolinews86.com- ironis persoalan korupsi terus saja membayang-bayangi negara kita tercinta ini. Bagaimana tidak, munculnya problema cikal bakal korupsi dimulai dan dilahirkannya dari sebuah bibit pencalonan para birokrat yang mau melenggang duduk di kursi panas.
Besarnya biaya pencalonan, mengakibatkan merebaknya kasus-kasus korupsi dengan berbagai cara dan modus operandi yang berbeda.
langkah ini dilakukan guna membayar hutang piutang kepada pemodal, atau istilah tim sukses yang siap membiayai beban manggung di ajang pilkada.
Sebagai seorang pemimpin,sebagai panutan dengan hendaknya membawa amanah dan bisa membawa perubahan negara ke arah lebih maju. Sayangnya harapan dan keinginan tersebut tidak mulus dilakukan, disaat awal perjalanan karir, bukan sebuah visi-misi yang berjalan dan dijalankan. Namun harus memikirkan bagaimana melunasi piutang dari sebuah pencalonan.
Pantas saja dengan didasari pemikiran seperti itu negeri kita ini bukannya negara yang maju dan berkembang tapi justru merebaknya tikus-tikus yang siap penggerogoti anggaran negara sehingga tak Ayal banyak pejabat-pejabat yang terkena kasus suap menyuap tindak pidana korupsi yang membuat penegak hukum melakukan ott
Lantas apakah akan ada upaya pemerintah merubah sebuah regulasi sistem pemerintahan terkait minimnya biaya pemilihan kepala daerah dari tingkat bawah sampai tingkat pusat.?
Mestinya secepat mungkin pemerintah membahas dan mengkaji guna merubah regulasi sistem pencalonan para kepala daerah dari tingkat bawah hingga pusat dengan meminimalisir cos pengeluaran agar tidak membengkak.
Di era moderenisasi serta era digitalisasi bisa dimanfaatkan dalam rangka memilih para calon pemimpin secara langsung melalui daring. Tanpa harus mencetak jutaan kertas, serta terhindar nya praktik-praktik manipulasi data.
Termasuk merubah batasan usia para calon pemimpin di tubuh Partai Politik. contohnya, rekruitmen CPNS dibatasi usia serta masa pensiunnya. Jadi kenapa tidak, ditubuh Partai Politik pun perlu dirubah batasan usia. Agar memberikan kesempatan kepada regenerasi penerus bangsa. Guna mewujudkan gairah dan semangat baru sebagai seorang pemimpin dengan kecerdasan yang memiliki daya ingat masih tinggi.
























