Siraman qalbu oleh Abah dodoy
– Ketika kita merenung diri mengingat apa itu dunia dan akhirat—
Ketika kita hidup di jalanan berbagai karakter dan wawasan kita temukan, namun terkadang kita butuh buat kebahagiaan kehidupan dunia dan lupa akan bekal kehidupan akhirat . Disanalah kita baru merenung diri untuk apa semua ini ..? Apalagi Ketika banyak orang menjadi penjilat yang lebih mementingkan harta daripada akhirat, kita menyaksikan bagaimana nafsu duniawi mengalahkan nilai-nilai spiritual. Sikap ini mencerminkan apa yang disebut hubud al-dunya atau terlalu mencintai dunia, yang dapat membuat seseorang terlena dan melupakan kehidupan yang kekal.
Sungguh hal itu tindakan yang keliru dimana kita lebih mengutamakan dunia di atas akhirat, karena hal itu tentu akan menjadikan kehidupan kita tidak tenan ketika dunia menjadi tujuan utama, Allah akan membuat urusan menjadi berantakan, sulit, dan dipenuhi kegelisahan. Harta yang dikejar dengan cara-cara tidak halal tidak akan memberikan ketenangan batin
apalgi sampai melupakan tujuan hidup , bukankah manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, ..? bukan untuk menumpuk kekayaan semata. ..? Fokus pada harta membuat seseorang melupakan tujuan penciptaannya.
Bahkan sipat tamak, hasrat terhadap harta dan dunia tidak akan pernah terpuaskan. Semakin banyak yang dimiliki, semakin besar ambisi untuk memiliki lebih banyak lagi.
Untuk itu pondasi mental dan keimanan ( agama ) penting agar kita terhindar dari tamahnya terhadap dunia atau yang disebut hubud al-dunya kerusakan agama pada diri kita dan Cinta dunia dianggap sebagai sumber kesalahan dan kerusakan, disaat harta menjadi pusat segalanya, nilai-nilai spiritual dapat tergeser.
Sementara kalau kita hayati dan kita renungkan, harta bisa menjadi azab, Harta yang tidak digunakan di jalan yang benar dapat menjadi penyebab azab di akhirat. Sebaliknya, harta yang disedekahkan dapat menjadi syafaat.
Untuk itu bagi sodaraku semua yang merasa terperangkap, Imbangilah dunia dan akhirat, bekerja keras untuk kehidupan dunia diperbolehkan, tetapi harus diimbangi dengan beramal untuk kehidupan akhirat. Kekayaan tidak haram, tetapi cara mendapatkannya dan menggunakannya harus sesuai ajaran agama.
Manfaatkan harta dengan baik, Gunakan harta untuk beramal dan beribadah kepada Allah. Dengan niat yang baik, harta dapat menjadi bekal untuk akhirat.
– Renungkan ayat Al-Qur’an: Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Pahala sejati akan diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Pandanglah orang di bawah kita, melihat orang yang kurang beruntung dalam urusan dunia dapat menjadi pengingat untuk selalu bersyukur.
Belajarlah untuk tidak terlalu terikat pada dunia dan berusaha untuk hidup sederhana agar terhindar dari penyakit cinta dunia.
Bergelimangnya nikmat dan harta bisa menjadi istidraj—kenikmatan yang diberikan Allah untuk mengulur-ulur waktu dan menjebak orang-orang yang durhaka. Ini adalah jebakan yang bisa mencelakakan di akhirat.
Fenomena ini adalah pengingat bagi kita untuk selalu introspeksi diri dan memastikan bahwa nilai-nilai keimanan tetap menjadi prioritas utama. Dunia adalah ladang untuk beribadah, bukan tujuan akhir yang harus dikejar dengan segala cara.
Semoga kita semua menjadi orang yang
Akhir yang Baik”: Secara harfiah, husnul khotimah (حُسْنُ الْخَاتِمَةِ) berarti “akhir yang baik”.
Aamiin ya Alloh ya robal alamin.























