Kuningan patrolinews86.com – MBG adalah singkatan dari Makan Bergizi Gratis, sebuah program pemerintah yang memberikan makanan gratis untuk meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama pada anak sekolah, anak di bawah lima tahun (balita), ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tujuannya adalah mengatasi stunting dan gizi buruk, memastikan anak tumbuh kembang optimal, mendukung pendidikan, serta memberdayakan ekonomi lokal melalui UMKM dan stabilisasi pangan.
Pada awal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kuningan, ada 3.168 siswa yang menjadi penerima manfaat. Namun, data mengenai jumlah dapur MBG di Kabupaten Kuningan dan perkembangan terbaru jumlah penerima tidak ditemukan dalam hasil pencarian ini.
Penerima manfaat meliputi siswa dari jenjang TK, Kober, SD, SMP, dan SLTA di berbagai sekolah di Kuningan.
Dalam masah di mulainya MBG fi kabupaten kuningan mulai banyak muncul dapur dapur MBG atau yang sering di kenal Dapur MBG sering juga disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagi titik.
Ada menggunakan bekas gudang.ada bekas kantor.perumahan..dll dan semua di perbaiki dan disesuaikan dengan standar Balai Gizi Nasional….nah di tiap – tiap Dapur MBG sudah ada ahli gizinya dan tim pemantau dari Balai gizinya…tapi anehnya masih banyak makanan nggak di.makan..di buang.tidak layak , yang lagi tren hampir di tiap daerah ada peristiwa siswa keracunan makan MBG dan itu terjadi juga di Kab. Kuningan puluhan siswa SMA Negri 1 kuningan keracunan padahal sudah ada ahli gizzi bahkan ada pemantau ini kerjaannya apa aja sih
Menurut Ketua Pekat IB Kab.kuningan. yang sering di kenal dengan Bang Donny Sigakole angkat bicara..
Katanya lagi kalau komitmen sudah jelas, apa bila ada aturan dan kebijakan pemerintah tapi malah masyarakat yang jadi korbannya. Maka Kami LSM Ormas Pekat IB kab.kuningan sesuai dengan aturan dan perundang.undangan yang berlaku untuk ormas akan segera membentuk investigasi dan pemantauannya ini udah sesuai aturan apa belum..atau memang aturan yang di sengaja kan melanggar karena ada kepentingan tersendiri dan apa bila di temukan pelanggaran maka kami akan membawanya ke jalur Hukum.
Menurut Donny ini petugas semua molor aja, termasuk balai POM kab kuningan. jangan yang di lihat hanya jenis makanan yang di masak saja tetapi alat masaknya, tempat pembungkus / kotak makan udah diperiksa kesehatannya dgn kelayakannya, terus apakah ahli gizi sering melakukan uji lab terhadap jenis jenis makanannya yang sudah matang. ?
Seperti Jam.3 subuh langsung di peking menggunakan alat makan alumunium dalam ke adaan masih panas dan ditutup sampai jam 10 pagi di bagikan, kira kira ada reaksi beracun nggak.. ? untuk itu kami mohon ijin kepada Bapak Bupati kuningan.pak Dandim.kuningan Bapak Kapolres kuningan dan pengelolah dapur MBG untuk berkunjung ke dapur MBG nya.
untuk nanti akan ada yang berkunjung dari pekat IB.kab.kuningan untuk di terima dan memberikan penjelasan dan bukti buktinya dari hasil investigasi ternyata kalau di temukan banyak pelanggaran, maka kami akan.membawah ke jalur hukum dan Mengajak semua masyarakat yang anaknya mendapat MBG untuk melakukan aksi besar menolak MBG karena kita mau anak dapat makanan bergizi bukan malah yang terima racun. ” ujar Donny digakole, yang merasa prihatin dengan kejadian di kab Kuningan ada siswa sampai keracunan MBG .

Lip red























