Karena Banyak Harta Karun Inpres Irigasi Ciwuni, Diduga Dikerjakan Sebelum SPK Turun

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten, patrolines86.com – Tujuan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 adalah mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung dan memperkuat swasembada pangan berkelanjutan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan menyejahterakan petani sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Inpres ini menekankan sinergi lintas kementerian dan daerah untuk membangun sistem irigasi yang tangguh dan efisien demi ketahanan pangan nasional.
Dalam pelaksanaan Inpres nomor 2 ini di lapangan, adanya upaya indikasi menyalahi aturan Inpres tersebut. Salah satunya kegiatan Peningkatan Pembangunan Irigasi DI Ciwuni yang terletak di Kabupaten dan Kota Serang. Pantauan berbeda dengan Inpres nomor 2, pasalnya kegiatan peningkatan irigasi DI Ciwuni diduga dikerjakan sebelum SPK turun dan material yang gunakan batu bekas (Harta Karun).
Dengan adanya kedua dugaan ini, akan berpengaruh kepada Inpres nomor 2 yaitu peningkatan kwalitas pembangunan. Dengan anggaran yang signifikan ini seharusnya bahan atau hasil dari pembangunan Irigasi ini akan bertahan lama, bukan hanya sesaat. Pantauan media ini di lapangan pada tanggal (17 /9) bahwa pekerja yang mengerjakan pasangan lining irigasi Cihuni menggunakan batu bekas, dan pada tanggal (27/9) pasangan lining irigasi Cihuni yang menggunakan batu bekas telah di plester dengan rapi, sehingga tidak terlihat menggunakan batu bekas.
Diberitakan sebelumnya nya. Dalam upaya percepatan pembangunan dan guna mendukung ketersediaan air untuk pertanian dalam upaya meningkatkan swasembada pangan. Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran peningkatan irigasi dengan jumlah ratusan miliar tanpa proses lelang, hanya dengan penunjukan langsung bagi Penyedia Jasa (PJ).
Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC – 3) Banten.Irirgasi Cihuni merupakan irigasi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten melalui program Irigasi Inpres, Pemerintah Pusat melalui BBWSC – 3 Banten yang melakukan peningkatan irigasi Cihuni. Dengan tujuan percepatan pembangunan guna peningkatan Air untuk pesawahan untuk meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional.
Namun Pantauan Media di lapangan (17/9) kegiatan telah dilakukan namun tidak ada papan informasi sehingga jumlah anggaran yang di serap serta perusahaan sebagai PJ tidak ada. Dan Ironinya di lapangan PJ ini menggunakan batu bekas (Harta Karun) dalam pemasangan lining irigasi Cihuni ini.
Saat di tanyakan kepada petukang terkait mandor, jawab nya belum datang. Sementara itu saat media ini menjambangi Kantor Desa Silebu menurut salah satu staf Desa yang tidak mau menyebut kan namanya bahwa kegiatan normalisasi dan pemasangan lining di Irigasi Cihuni tidak ada sosialisasi ke desa. “Sehingga pihak desa tidak mengetahui terkait jumlah anggaran, Dinas mana yang mengerjakan, dan perusahaan penyedia jasa yang mengerjakan”, ucapnya singkat.
Dugaan PJ menggunakan Harta Karun ini , terlihat tidak adanya tumpukan batu batu yang digunakan merupakan batu bekas pasangan terdahulu, hanya ada tumpukan pasir dan semen, sementara itu batu menggunakan harta Karun.
Sementara itu media ini menjambangi Kantor BBWSC 3 Banten menghubungi PPK PJPA yang di dampingi Kasatker PJPA mengatakan, terima kasih dengan adanya informasi bahwa PJ dalam melakukan pekerjaan pemasangan lining irigasi Cihuni menggunakan batu bekas. Itu akan di tindak lanjuti, oleh Balai, ucapnya singkat. (Nur)

Screenshot 20250928 181453

Berita Terkait

Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026
Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura
Kapolresta Cirebon Pimpin Aksi Green Policing, Tanam 30 Pohon Mangga dan Ajak Personel Peduli Lingkungan
Polres Pekalongan Gerebek Tiga Lokasi, 174 Kemasan Arak Bali dan Ciu Disita!
Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.
Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Kapolresta Cirebon Pimpin Aksi Green Policing, Tanam 30 Pohon Mangga dan Ajak Personel Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polres Pekalongan Gerebek Tiga Lokasi, 174 Kemasan Arak Bali dan Ciu Disita!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.

Berita Terbaru

Uncategorized

1Win Giriş Türkiye’de Online Casino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB

Uncategorized

Olymp Casino Bangladesh

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB