Pembersihan Tongkang di Perairan Popole Cigondang Labuan, Disoroti Ormas

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, Patrolinew86.com – Penanganan penyingkiran atau yang disebut penghapusan bangkai tongkang BG Titan 14, dengan kondisi keberadaannya hampir genap satu tahun mangkrak belum tersingkirkan di perairan pulau popole Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, semenjak insiden awal Desember 2024 lalu. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) setempat
Diantaranya Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Labuan, Ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, dan Ormas Karang Taruna (Katar) Desa Cigondang.

Endang, selaku ketua DPAC Kecamatan Labuan BPPKB Banten menyampaikan, agar saat pekerjaan penyingkiran tongkang di perairan pulau popole berlangsung, pihak perusahaan – perusahaan salvage yang ditunjuk dan diberikan izin oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan bisa lebih sinergi dengan masyarakat setempat.
“Dimanapun titik lokasi penyimpanan sementara hasil potongan badan tongkang tersebut, pihak perusahaan harus melakukan prosedur izin lingkungan terlebih dahulu kepada warga setempat, RT-RW setempat yang diketahui oleh Pemdes setempat atau kepala Desa, selain menjalankan kewajibannya yang tertera pada surat pemegang izin kegiatan yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Laut” kata Endang kepada awak media, selaku ketua DPAC Labuan BPPKB Banten, Minggu (14/9/2025).

“Bangun keharmonisan dengan lingkungan dan memperdayakan warga setempat, dengan kearifan lokal, agar bisa bekerja dengan baik dan nyaman, warga sekitar saya kira pasti bisa membantu” ungkapnya
Selaku ketua DPAC Labuan BPPKB Banten yang bermarkas di kampung karangsari Desa Cigondang, Endang, yang kerap disapa Endang golok tersebut selama ini mengaku terus memantau keberlangsungan proses penanganan tongkang.

“Saya juga tau ko, kegiatan tersebut ada di kampung markas kami, saya juga tau ko antara pihak perusahaan dengan warga setempat, perangkat kampung setempat dan pemerintah setempat seperti apa kondisi dan statusnya saat ini, kami akan terus soroti sekalipun seumpama ada pergeseran atau perpindahan lokasi penyimpanan potongan tongkang ke luar Desa Cigondang atau Kecamatan Labuan” ujar Endang golok.

“Karena lokasi kejadian tongkang terdampar itu adanya diperairan pulau popole diwilayah desa Cigondang kecamatan Labuan, kami juga apunya hak untuk memantau sejauh mana status dan kondisi nya,, masalahnya tetap saja nama desa dan kecamatannya terbawa, entah itu untuk usulan apapun atau akan seperti apapun pekerjaan apapun nama wilayah kami terbawa juga, kami juga hawatir nama masyarakat dan nama nelayan dijual-jual untuk kepentingan keuntungan pribadi” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Lulut Mashudi, ketua Ormas Karang taruna Desa Cigondang yang mengapresiasi tindakan, langkah dan keputusan yang dilakukan oleh Kementrian Perhubungan Direktor Jendral Perhubungan Laut, karena selain bisa mengganggu dan mengancam aktivitas nelayan bangkai tongkang tersebut jika terlalu lama akan sering bergeser dan mengakibatkan rusaknya ekosistem laut dari gesekan badan tongkang
“Akan tetapi kami juga tidak mau nama wilayah kami, masyarakat kami , masyarakat nelayan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau keuntungan pribadi semata, dengan dasar dan alasan peraturan-peraturan dan undang-undang” ungkap Lulut Mashudi selaku ketua Katar Desa Cigondang.

“Karena selama ini belum pernah ada yang datang pada warga Cigondang atau nelayan disini termasuk pemdes Cigondang dari lembaga manapun, organisasi manapun atau apapun itu istilahnya untuk berdiskusi, untuk menggali keterangan langsung lalu hasilnya diusulkan atau disampaikan kepada pihak pemerintah dalam hal ini kementrian terkait, agar tongkang yang ada diperairan pulau popole harus segera disingkirkan karena membahayakan nelayan” terang Lulut Mashudi.

Namun demikian, Lulut juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Perhubungan Laut yang sudah bertindak agar bangkai tongkang yang dimaksud segera tersingkirkan
“Kita akan terus pantau, sejauh mana status dan kondisinya, mau dibawa kemanapun dan akan dijadikan apapun lokasii tongkang itu ada diwilayah Desa Cigondang awalnya, masyarakat Cigondang yang terkena langsung dampaknya” pungkasnya. (Nur)

Berita Terkait

Proyek jalan beton tahun 2026 akses jalan kabupaten Desa wanakaya Gunung jati nampak terlihat tidak transparan dalam hal anggaran.
Aliansi Wong Dermayu Bersatu Adakan Demo Salman Diduga Kabur*
Sukses Amankan Rangkaian Hari Jadi ke-348 Brebes, Kapolres Berikan Apresiasi kepada Personel
Akulturasi Budaya, Upacara Hari Jadi Brebes Pakai Bahasa Brebesan dan Sunda
Brebes Tunjukkan Identitas Lewat Kirab Budaya
Polresta Cirebon Sigap Tangani Banjir di Jagapura Lor dan Jagapura Kulon
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Telur Asin Wujud Kebanggaan Brebes
Polisi dan Warga Babadan Bersinergi, Sisir Titik Banjir dan Evakuasi Masyarakat Terdampak
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:11 WIB

Proyek jalan beton tahun 2026 akses jalan kabupaten Desa wanakaya Gunung jati nampak terlihat tidak transparan dalam hal anggaran.

Senin, 19 Januari 2026 - 20:47 WIB

Aliansi Wong Dermayu Bersatu Adakan Demo Salman Diduga Kabur*

Senin, 19 Januari 2026 - 15:42 WIB

Sukses Amankan Rangkaian Hari Jadi ke-348 Brebes, Kapolres Berikan Apresiasi kepada Personel

Senin, 19 Januari 2026 - 15:36 WIB

Akulturasi Budaya, Upacara Hari Jadi Brebes Pakai Bahasa Brebesan dan Sunda

Senin, 19 Januari 2026 - 15:21 WIB

Brebes Tunjukkan Identitas Lewat Kirab Budaya

Berita Terbaru