Korban kriminalisasi, Aiptu Labora Sitorus, diduga kuat ditersangkakan, didakwakan, dan dipersalahkan berdasarkan Laporan Polisi

Minggu, 8 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban kriminalisasi, Aiptu Labora Sitorus, diduga kuat ditersangkakan, didakwakan, dan dipersalahkan berdasarkan Laporan Polisi

Sorong Papua Barat daya   – Korban kriminalisasi, Aiptu Labora Sitorus, diduga kuat ditersangkakan, didakwakan, dan dipersalahkan berdasarkan Laporan Polisi (LP) untuk tersangka (orang) lain. Hal ini didasarkan pada temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang dituangkan dalam dokumen resmi Hasil Eksaminasi Proses & Putusan Hukum Labora Sitorus yang diterbitkan pada Desember 2015.

Komnas HAM menjelaskan bahwa dalam kasus hukum ini ada LP dengan nomor yang sama dibuat oleh pelapor yang berbeda, terlapor berbeda orang, tanggal berbeda, dan penerima laporan yang berbeda. LP Nomor: 65/III/2013/SPKT/PAPUA tanggal 26 Maret 2013 atas nama SELEWANUS BURDAM, dibuat dan ditandatangani oleh Briptu Marthinus Pontini, NRP 8708110, dengan dugaan tindak pidana kehutanan.

LP dengan nomor yang sama persis, tertanggal 28 Maret 2013, atas nama LABORA SITORUS dibuat dan ditandatangani oleh Brigpol Theo Rudi Gaitey, NRP 84050270, dengan dugaan tindak pidana kehutanan. Lagi, LP dengan nomor yang sama, tertanggal 28 Maret 2013,atas nama IMMANUEL MAMORIBO dkk, dibuat dan ditandatangani oleh Brigpol Theo Rudi Gaitey, NRP 84050270, dengan dugaan tindak pidana kehutanan.

LP ini aneh dan patut diduga hasil rekayasa, dan tidak ditemukan berkas BAP sebagai tersangka dalam semua dokumen berkas perkara maupun resume perkara terhadap Labora Sitorus yang didasarkan pada ketiga LP nomor 65/III/2013/SPKT/PAPUA tersebut. (Dokumen Eksaminasi Komnas HAM, hal 90).

Inilah wawancaranya ketika ketua PPWI ketemu Labora Sitorus.

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru

Uncategorized

Vaveya Freispiele – Übersicht und Optionen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Emberluck tours gratuits : aperçu complet et options

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Paamebet tours gratuits : guide de sécurité complet 2024

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB