Menyiapkan tempat sampah yang berbeda untuk sampah organik (seperti sisa makanan) dan sampah anorganik (seperti plastik, kertas, dan kaca).
Mengolah sampah anorganik menjadi barang-barang yang berguna, seperti membuat kerajinan tangan dari kertas bekas atau plastik.
Menggunakan botol minum, kotak makan, dan alat tulis yang dapat digunakan kembali, serta mengurangi penggunaan sedotan plastik.
Mengadakan kegiatan seperti seminar, workshop, atau ekstrakurikuler yang fokus pada pengelolaan limbah dan gaya hidup berkelanjutan.
Memotivasi siswa untuk membawa botol minum dan kotak makan sendiri untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Mengurangi penggunaan sedotan plastik, menggunakan wadah makan yang ramah lingkungan, dan mengurangi penggunaan kemasan plastik.
Menyelenggarakan lomba membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang atau membuat kompos dari sampah organik.
Melibatkan semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga orang tua, dalam program pengelolaan limbah.





























