Kepsek SMAN 6 Depok Dicopot : Sekolah Minta Maaf ke Dedi Mulyadi Gubernur jabar

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepsek SMAN 6 Depok Dicopot : Sekolah Minta Maaf ke Dedi Mulyadi Gubernur jabar

Depok PATROLI News86.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi ahirnya  mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala SMA Negeri 6 Depok buntut dari penyelenggaraan kegiatan karyawisata (study tour). Keputusan ini diambil karena sekolah dianggap melanggar kebijakan yang telah diimbau sebelumnya oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Menanggapi pencopotan tersebut, pihak SMAN 6 Depok menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Gubernur Dedi Mulyadi.

“Pada saat itu mohon maaf, mungkin kami salah ya. Sekaligus pada kesempatan ini, kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kalau memang kami dianggap salah menyalahi aturan, kami sekali lagi mohon maaf dan mohon arahan serta bimbingan dari Bapak,” ujar Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan, kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Syahri menegaskan bahwa sekolah tidak bermaksud membangkang terhadap aturan yang ditetapkan. Ia mengaku pihaknya menginterpretasikan pernyataan gubernur sebagai imbauan, bukan larangan mutlak.

“Karena pada saat itu, kami menginterpretasikan kata-kata imbauan sebagai sesuatu yang bukan larangan. Artinya, katakanlah kami telah salah menafsirkan hal tersebut. Kami tidak keras kepala atau membenarkan diri, tetapi inilah yang terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahri menyebut SMAN 6 Depok adalah bagian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berkomitmen untuk mengikuti arahan gubernur.

“Kami adalah bagian dari keluarga besar pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Sekali lagi, Bapak, mohon arahannya, dan kami juga mohon maaf atas segala kekhilafan kami,” pungkasnya.

Keputusan Gubernur Dedi Mulyadi menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Beberapa pihak mendukung langkah tegas tersebut sebagai upaya penegakan aturan, sementara ada juga yang menilai perlu adanya komunikasi lebih jelas terkait kebijakan study tour.

Sebelumnya, kebijakan larangan study tour bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat diambil sebagai respons atas sejumlah insiden yang terjadi dalam kegiatan serupa di berbagai daerah. Kasus kecelakaan dan ketidaksiapan manajemen perjalanan menjadi pertimbangan utama dalam penerapan aturan ini.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai kasus ini menjadi pelajaran penting bagi sekolah-sekolah lain agar lebih cermat dalam memahami kebijakan pemerintah. Menurut Dr. Riza Azhari, seorang pakar kebijakan pendidikan, komunikasi yang jelas antara pemerintah dan sekolah sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam implementasi aturan.

“Regulasi harus disampaikan dengan tegas dan rinci agar tidak ada celah interpretasi yang berbeda di lapangan. Di sisi lain, sekolah juga harus lebih proaktif memastikan pemahaman mereka terhadap kebijakan yang berlaku,” ujar Riza dalam wawancara dengan Kompas TV.

Sementara itu, perdebatan soal efektivitas larangan study tour masih berlangsung. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan apakah kebijakan ini akan benar-benar meningkatkan keselamatan siswa atau justru membatasi pengalaman belajar mereka di luar kelas.

Kasus SMAN 6 Depok ini menjadi momentum bagi Pemprov Jabar untuk memperjelas kebijakan dan mekanisme pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang masih berencana melakukan kegiatan serupa di masa mendatang.

Terus bagaimana tindakan tegas bagi salah satu sekolah SMAN di Kabupaten Subang yaitu SMA Negeri  3 Subang . Anak kelas XI kabarnya wisata ke Jogja study tour. tgl 17 Pebruari 2025  dengan bayarnya Satu juta tiga ratus sepuluh ribu rupiah akankah kena teguran juga..?

(Restu/ds)

 

Berita Terkait

13 Siswa Mengaku Jadi Korban Pelecehan Diduga Oleh Gurunya di Suatu SMP Di Anjatan
BerQurban adalah Bukti Nyata Ketakwaan, Bukan Sekadar Seremonial
Realisasi dana BOS  di SDN 1 Kempek Kec.Gempol  Kab.Cirebon  perlu disikapi APH Karena diduga banyak masalah
Siswa Kelas 6 SD Negeri 3 Way Terusan Gelar Kegiatan Olahraga
SDN 31 Lahat Tampil Gemilang Dalam Acara FLS3N Tingkat Kecamaan Lahat
SUMARNO  MPd,  Siap Berkontribusi Positif bagi Kemajuan Dunia Pendidikan di SDN I Wargabinangun Kaliwedi Cirebon
Siswa Kelas 5 SDN 3 Way Terusan SP.3 Belajar Merawat Tanaman Herbal di Lingkungan Sekolah
Wakapolri Tinjau Seleksi SMA Ktb ,399 siswa ikuti ujian Terpusat Berstandar Global.
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:18 WIB

13 Siswa Mengaku Jadi Korban Pelecehan Diduga Oleh Gurunya di Suatu SMP Di Anjatan

Senin, 20 April 2026 - 10:50 WIB

BerQurban adalah Bukti Nyata Ketakwaan, Bukan Sekadar Seremonial

Sabtu, 18 April 2026 - 12:04 WIB

Realisasi dana BOS  di SDN 1 Kempek Kec.Gempol  Kab.Cirebon  perlu disikapi APH Karena diduga banyak masalah

Jumat, 17 April 2026 - 11:38 WIB

Siswa Kelas 6 SD Negeri 3 Way Terusan Gelar Kegiatan Olahraga

Selasa, 14 April 2026 - 06:07 WIB

SDN 31 Lahat Tampil Gemilang Dalam Acara FLS3N Tingkat Kecamaan Lahat

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Galian C Tanah Merah di duga Bodong belum tersentuh Hukum 

Senin, 20 Apr 2026 - 17:32 WIB

HUKUM

JENIS-JENIS TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG*

Senin, 20 Apr 2026 - 17:23 WIB