Sinergi Kesultanan Cirebon dan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2025
Kota Cirebon,patrolinews86.com-
Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja dikenal dengan Pangeran Kuda Putih dari keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon menghadiri undangan resmi dari Kementerian Sekretariat Negara. Kedatangan beliau disambut oleh Jenderal Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden(PKP) Urusan Pertahanan Nasional, dan Jenderal Wiranto. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kesultanan Cirebon, menandai kembalinya peran strategis kesultanan dalam pembangunan nasional.
*Kesultanan Cirebon: Warisan Sejarah yang Hidup*
Kesultanan Cirebon bukan hanya simbol masa lalu, tetapi juga entitas yang memiliki peran penting dalam budaya, ekonomi, dan sosial masyarakat Indonesia. Dalam audiensi tersebut, Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja memaparkan signifikansi Kesultanan Cirebon dalam sejarah Nusantara. Beliau menunjukkan bukti sejarah berupa peta peninggalan kolonial Belanda yang mengakui wilayah Kesultanan Cirebon sebagai pusat kekuasaan lokal yang berpengaruh.
*Dan dalam periode penjajahan Cirebon merupakan wilayah jajahan yang dikategorikan wilayah dengan klasifikasi VIP 1 oleh pemerintah Kerajaan Belanda, Cirebon wilayah jajahan khusus yang tidak diperbolehkan orang dari luar masuk ke dalam dengan sembarangan begitu pula sebaliknya*. Jenderal Wiranto melalui memberikan apresiasi atas warisan sejarah ini, menegaskan bahwa Kesultanan memiliki peran penting dalam membangun identitas Nusantara. “Bukti sejarah ini sangat berharga. Sudah saatnya kita mengakui kembali Kesultanan sebagai bagian dari strategi kebudayaan nasional,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Kesultanan Cirebon tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
*Dukungan Pemerintah untuk Kesultanan Cirebon*
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyatakan dukungan penuh terhadap Kesultanan Cirebon. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
*Pelestarian Budaya dan Sejarah*
Kesultanan akan menjadi pusat pembelajaran budaya bagi generasi muda, menjaga warisan budaya agar tetap relevan di era modern.
*Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal*
Pemerintah dan Kesultanan sepakat untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya, seperti batik, kuliner, dan kerajinan khas Cirebon.
*Penguatan Diplomasi Budaya*
Kesultanan akan menjadi mitra strategis dalam diplomasi budaya Indonesia, memperkenalkan warisan Nusantara ke dunia internasional.
*Penyelesaian Polemik Tanah Kesultanan*
Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan status kepemilikan tanah Kesultanan yang dikelola oleh BUMN dan Pihak lain, seperti Indocement Cirebon, Gunung Kuda, Gunung Petot, Kertajati, PLTU dan Pertamina dll.
Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah ingin melihat Kesultanan Cirebon kembali mendapatkan tempatnya dalam sejarah dan pemerintahan modern. “Ini bukan hanya soal simbol, tetapi juga soal kontribusi nyata untuk negara,” ujarnya.
*Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045*
Kesultanan Cirebon, bersama dengan kesultanan dan kerajaan lain di Nusantara, memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Sinergi antara pemerintah dan Kesultanan mencakup berbagai aspek, seperti:
1) *Stabilitas Sosial dan Politik*
Kesultanan dapat menjadi mediator dalam konflik sosial, menjaga harmoni budaya, dan mencegah radikalisme.
2) *Pembangunan Ekonomi Berbasis Budaya*
Dengan mengembangkan UMKM berbasis budaya dan pariwisata, Kesultanan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah.
3) *Penguatan Identitas Nasional*
Kesultanan berperan dalam memperkuat rasa nasionalisme generasi muda melalui pendidikan sejarah dan budaya.
*Kembalinya Marwah Kesultanan Cirebon*
Pertemuan ini menandai awal dari babak baru bagi Kesultanan Cirebon. Setelah bertahun-tahun berjuang, suara Kesultanan akhirnya didengar oleh pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan dapat membangun kembali kejayaan budaya, menyelesaikan permasalahan tanah, serta memperkuat peran Kesultanan dalam pembangunan nasional.
Kesultanan Cirebon tidak hanya menjadi pelindung budaya, tetapi juga bagian dari solusi bagi pembangunan bangsa. Dengan dukungan pemerintah, Kesultanan dapat berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Sinergi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk membangun fondasi sosial, ekonomi, dan budaya yang kokoh bagi Indonesia.
Kesultanan Cirebon adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan Indonesia. Dengan sinergi yang kuat antara Kesultanan dan pemerintah, Indonesia dapat memanfaatkan warisan budaya sebagai aset strategis untuk mencapai visi besar Indonesia Emas 2045. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa Kesultanan dan kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa, melestarikan budaya, dan mendukung pembangunan nasional.
Didalam pembicaraan Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja juga memaparkan konteks jiwa bela negara yang sudah dimiliki oleh Masyarakat adat Kesultanan kerajaan nusantara. Ini membuktikan Sultan Sepuh Cirebon terbukti sebagai sosok negarawan.
Semoga Sultan Sepuh Cirebon ini dapat terlibat menjadi jajaran kabinet pa presiden Prabowo subianto bersinergi bersama negara menuju Indonesia Emas.
Fi


























