Ciamis patrolinews86.com – Jumat 12 Novemver 2022 sejumlah para Wartawan dari berbagai media diantaranya dari media Tentara Polisi,Info Priangan dan Buser pada hari Jum’at Pukul 13.30 WIB mendatangi kantor Desa Cinyasag karena ada masukan dari masyarakat bahwa desa tersebut telah melaksanakan Program anggaran Pemberdayaan Masyarakat untuk Ketahanan Pangan, tetapi kabarnya di lapangan masalah itu banyak sekali dugaan masalah .Sehingga dari berita tersebut beberapa awak media mencoba menelusuri dan menanyakan kebenarannya kepada pihak desa Cinyasag Kec.Panawangan Kabupaten Ciamis.
Tetapi sayang kantor Desa sudah terkunci Staf dan perangkat Desa Sudah pada pulang, ahirnya para awak media menyambangi kepala Desa Cinyasag Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Eman Sulaeman di Rumahnya.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut Kades Cinyasag didampingi Staf Desa yang bernama Agus sebagai Ekbang. Beberapa awak media pun menceritakan maksud dan tujuannya tetang adanya inpormasi dimaksud, namun dengan lantang kades cinyasag menyangkal adanya dugaan proyek bermasalah dan ada dugaa penyimpangan bahkan dijelaskan kades, intinya kami Desa Cinyasag sudah melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Ketahanan Pangan yang 20 % dari Dana Desa yaitu yang sebesar Rp.194.111.200 jt dan yang Rp.46.811.200 jt untuk pembuatan Kandang domba sudah sesuai dengan SOP ( Standar Operasional Prosedur ) dan tidak menyalahi aturan yang sudah di tetapkan + pembelian domba Rp.90.789.300 jt, tutur Kepala Desa Eman dan Ekbang Agus.Apalagi menurut dia sudah di terapkan untuk Kambing sebanyak 30 ekor berikut untuk Pembuatan Kandangnya ditambah Penerapan untuk Budi Daya Ikan berikut Pakan nya dengan anggaran di perkirakan 10 jt termasuk biaya pembuatan kolam baru Rp 46.510.700 jt dengan anggaran dari Dana Desa untuk Ketahanan Pangan tersebut jadi Include dari jumlah anggaran keseluruhan sudah di terapkan dan bagi kami pihak Desa, dalam masalah ini semua tidak ada permasalahan bagi warga Masyarakat Desa kami, ” ungkapnya.
Tapi lain hal apa yang disampaikan masyarakat setempat bahkan hasil pantauan kami para awak media di lapangan justru janggal dan jauh dari kata program tepat sasaran, karena sangat berbeda apa yang dikatakan Kades Eman dan ekbang Agus jika dibandingkan dilapangan, karena dari beberapa warga masyarakat yang di temui Awak Media menyebutkan bahwa Kolam diperkirakan bukan Pembuatan Kolam Baru tapi Kolam yang sudah lama dan saat ini sudah kering dan menurut Kades Eman Ikan nya di Curi ahirnya sengaja di keringkan dulu karena perlu diperbaiki.
Apa lagi kata warga, seluruh Ketahanan Pangan ini menurut Warga Masyarakat Cinyasag tidak di kelola oleh warga masyarakat tapi dikelola oleh Perangkat Desa Padahal Pemerintah Memberikan Bantuan Dana Desa dari Ketahanan Pangan ini bertujuan untuk meningkatkan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Desa bukan untuk Pemberdayaan bagi Perangkat Desa.
Begitu juga bantuan kambing menurut warga Masyarakat dari jumlah keseluruhan hanya ada 28 Ekor sedangkan Kata Kades Eman jumlah nya 30 Ekor dan pembuatan Kandang Kambing Tersebut ada 42 sekat di Peruntukkan untuk kedepan nya ada penambahan Kambing bilamana ada Kambing yang beranak jadi di tambah menjadi 48 sekat.
Setelah erbincang bincang cukup alot ahirnya semua paham dan berpamitan pulang, namun salah satu awak Media dari tim kita lewat Whatsapp nya meminta idzin kepada Kades Eman untuk memberitakan hasil wawancara tadi karena semuanya sudah seimbang dan cukup layak untuk naik berita, Namun tanpa di duga ada balasan yang menceungangkan pada Awak Media , Kades Eman Sulaeman dengan tegas menyatakan dalam WA tersebut
” Silahkan Asal sesuai Fakta tapi kalau ga sesuai Fakta punteun Saya juga mau Nuntut Balik “
” Poko nya Kalau ga sesuai Saya akan Nuntut Balik dan Saya Orang Pasukan Siap Bergerak ” ungkapnya.
Sontak dengan adanya sms itu dan dengan adanya Nada gertakan Seolah olah ada kata Intimidasi maka kami Para Awak Media akan mengkonfirmasi ke Kesatuan Zeni Tempur apakah membenarkan bila ada pensiunan Tentara dari Kesatuannya yang seakan akan membawa Pasukan nya untuk menakut nakuti masyarakat hususnya media yang mau menkonfirmasi sesuai dengan Tupoksinya sebagai Kuli Tinta dalam Pemberitaan. ? bilamana tidak di perbolehkan membawa nama Pasukan Kesatuan institusi maka kami awak Media akan membawa permasalahan ini ke Jalur upaya Hukum.” Ungkap wartawan dari berbagai media itu menceritakan pengalamannya pada tim patroli .
Sementara disampaikan dhian st, salah satu wartawan yang bisa dianggap senior jebolan dari wartawan metro mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap kades dengan wartawan yang menjadi mis komunikasi padahal wartawan su pemburu berita tidak mungkin datang kalau tdk ada masukan dari lapangan jadi apapun itu semestinya disikapi arip dan bijaksana oleh kades jika perlu benahi apa yang dikatakan masyarakat itu kalaupun benar adanya penyimpangan tetapi kalau tdk benar tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api . Apalagi dia mantas seorang pejabat yang sudah tentu memiliki wawasan dan SDM yang mempuni karena dengan sikap arogan ataupun apa bahasanya yang pada ahirnya ditonjolkan justru nantinya malah merusak citra nya sendiri sebagai pengemban amanah dan akan menjadi preseden buruk dikemudian hari .tetapi apapun itu semoga semuanya cepat selesai dan hak serta kewajiban nya dia pada masyarakat bisa terpenuhi sehingga tidak ada letupan kecil yang bisa mengakibatkan mis komunikasi baik dengan awak media ataupun dengan masyarakat karena kalau dibiarkan khawatir akan menjadi kan sebuah krisis kepercayaan, kalau krisis kepercayaan dimasyarakat terjadi tentu kita yang akan rugi karena bisa menghambat kepada lajunya pembangunan desa itu sendiri.”ungkapnya ( Sam )
Views: 62