Buniseuri Ciamis, Patrolinews86.com—- Dua pengamat kebijakan lokal, Asep Derbi dari Dusun Namas dan Maman Isak dari Dusun Kota, sepakat menyamakan visi untuk memajukan Desa Buniseuri di segala bidang.
Dalam gerakan ini, keduanya secara khusus mengajak masyarakat khususnya pemuda dan pemudi dari dua dusun lainnya, yaitu Dusun Pari dan Dusun Munjul, untuk bersatu demi masa depan desa.

Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mengikis sekat geografis antar-wilayah administrasi di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dan menggantinya dengan sinergi kepemudaan yang produktif.
Menggandeng Pemuda Dusun Pari dan Munjul:
Asep Derbi dan Maman Isak, ketika diwawancara secara terpisah oleh Patrolinews86.com menilai bahwa motor penggerak utama perubahan desa berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, konsolidasi antar-dusun ini sengaja berfokus untuk merangkul potensi pemuda di wilayah Dusun Pari dan Dusun Munjul agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ada beberapa poin utama yang menjadi fokus ajakan bersatu ini:
• Sinergi Kepemudaan: Menyatukan karang taruna dan komunitas pemuda di empat dusun (Namas, Kota, Pari, Munjul) dalam satu visi pembangunan.
• Inovasi Desa: Mendorong pemuda melahirkan ide kreatif di bidang Ekonomi digital, UMKM, dan optimalisasi potensi desa.
• Pengawasan Kebijakan:
Mengajak generasi muda aktif mengawal transparansi anggaran dan program pembangunan Pemdes Buniseuri.
Bersatu Demi Kemajuan Bersama:
Asep Derbi menegaskan bahwa masa depan Desa Buniseuri sangat bergantung pada kekompakan generasi mudanya saat ini.
Perbedaan asal dusun seharusnya menjadi kekayaan pemikiran, bukan pembatas.
“Saya dari Dusun Namas dan Pak Maman dari Dusun Kota sudah satu suara. Sekarang saatnya rekan-rekan pemuda-pemudi di Dusun Pari dan Dusun Munjul ikut merapatkan barisan.
Jika pemuda dari empat dusun ini bersatu, kemajuan Desa Buniseuri di segala bidang bukan lagi sekadar impian,” tegas Asep Derbi (Jumat 23 Oktober 2026).
Senada dengan hal tersebut, Maman Isak menambahkan bahwa ego kewilayahan antar-dusun harus segera ditinggalkan demi percepatan pembangunan yang merata.
“Namas, Kota, Pari, dan Munjul adalah fondasi utama Desa Buniseuri.
Kami ingin mengetuk hati para pemuda di Pari dan Munjul untuk bergerak bersama.
Mari kita kawal pembangunan desa ini dengan karya, gagasan, dan aksi nyata yang kompak,” pungkas Maman Isak.
Ajakan kolaboratif dari kedua pengamat kebijakan ini diharapkan dapat segera direspons dengan pertemuan bersama para tokoh pemuda di seluruh penjuru Desa Buniseuri dalam waktu dekat. HERDI RERE
























