Giatkan P2L Cara Pemkab Brebes Entaskan Kemiskinan Ekstrem.

Rabu, 20 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Brebes, Patrolinews86, Com.-
Pemerintah Kabupaten Brebes tengah melakukan transformasi upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem berbasis pertanian, dengan menggiatkan pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Pekarangan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi keluarga dan juga sebagai sumber pendapatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan penyerahan paket bantuan tanaman budidaya bagi warga desa terdampak miskin ekstrem. Mereka yang dilatih berasal dari wilayah Kecamatan Bulakamba, dan Ketanggungan Brebes 2022 di aula Balai Desa setempat, beberapa waktu lalu.

“Pemerintah Daerah menyadari betul P2L sangat membantu di saat kondisi perekonomian menurun, sementara makanan yang sehat, beragam, berkualitas, harus dipenuhi,” ujar Idza.

Untuk itu, melalui kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah kondisi pandemi yang berdampak pada perekonomian.

Idza berharap, warga dapat memanfaatkan bantuan tanaman pekarangan sebagai ikhtiar bersama untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes.

Lanjut Idza, menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes, angka kemiskinan Kabupaten Brebes mengalami kenaikan selama pandemi covid-19 sebanyak 0,81 persen. Tahun 2019 angka kemiskinan di Kabupaten Brebes mencapai 16,22 persen atau setara 293,180 jiwa. Di tahun 2020 naik menjadi 17,03 persen atau setara 308.780 jiwa.

Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya faktor kemiskinan dan kerentanan, sehingga Kabupaten Brebes masuk kategori daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem bersama lima Kabupaten di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi menjelaskan, Pekarangan Pangan Lestari bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat. Caranya, pekarangan ditanami sayur-sayuran yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat seperti cabe, tomat, terong, dan lainnya.

Menurut Yulia, tanaman ini bisa menjadi sumber tambahan makanan sehat masyarakat yang murah dan cepat dipanen sehingga dapat membantu meningkatkan gizi masyarakat dan dapat membantu perekonomian keluarga.

“Semoga program Pekarangan Pangan Lestari ini dapat terus berkembang untuk mewujudkan kemandirian masyarakat,” ujar Yulia.

Lebih lanjut Yulia menyampaikan, P2L merupakan kegiatan masyarakat secara swadaya dalam memanfaatkan lahan pekarangan kosong yang tidak produktif sebagai tempat bertanam. Sehingga program ini secara berkelanjutan dapat menyediakan sumber pangan, aksesibilitas dan pendapatan bagi anggota keluarga.

Bantuan program pemanfaatan P2L dengan sasaran Kecamatan Bulakamba 75 orang, Losari 57 orang, Bantarkawung 73 orang, Ketanggungan 23 orang dan Larangan 50 orang. Masing-masing menerima bibit tanaman sayuran, buah, pupuk serta peralatan tanam.

Sementara Plt Camat Bulakamba Setiawan Adi Nugroho menyampaikan, terdapat 240 orang atau 0,13 persen di wilayah Kecamatan Bulakamba dari 5 desa kategori miskin ekstrem. Dengan berbagai upaya, termasuk adanya bantuan dan pelatihan P2L diyakini bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

“Jangan sampai kita dikatakan miskin esktrem malah seneng, karena bisa mendapat berbagai macam bantuan. Bukan seperti itu!” tandas Wawan.

Wawan menekankan, kalau manusia berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan layak. Untuk itu, perlu niat dan semangat agar bisa terlepas dari belenggu miskin ekstrem.

(Susi)

Berita Terkait

*Jangan Sampai Sibuk Mencari Dunia, Lupa Menyiapkan Bekal Akhirat*
Sabet Dua Podium O2SN Lahat, SDN 31 Lahat Borong Juara Atletik dan Badminton
Satpol PP Sikat Habis Warung Remang-Remang Cimanuk Indramayu
Polsek Ampel Respon Cepat Tangani Laka Lantas Tunggal, Truk Pengangkut Kuda dijalur Sruwen – Karanggede.
Praktik Cashback Dana BOS di Sekolah Diduga Menggurita, LPKN: Sudah Berjalan Bertahun-tahun
Temuan BPK Soal Praktik Cashback di Sekolah Jadi Sorotan
Puluhan Kepsek Datangi Disdik Bandung Sejak Pagi, Ternyata Urus Temuan BPK
Korban Tenggelam di Sungai Sengkarang Berhasil Dievakuasi Oleh Tim SAR Gabungan dan Polres Pekalongan Kota   

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:35 WIB

*Jangan Sampai Sibuk Mencari Dunia, Lupa Menyiapkan Bekal Akhirat*

Senin, 8 Juni 2026 - 15:40 WIB

Sabet Dua Podium O2SN Lahat, SDN 31 Lahat Borong Juara Atletik dan Badminton

Senin, 1 Juni 2026 - 20:32 WIB

Satpol PP Sikat Habis Warung Remang-Remang Cimanuk Indramayu

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:34 WIB

Polsek Ampel Respon Cepat Tangani Laka Lantas Tunggal, Truk Pengangkut Kuda dijalur Sruwen – Karanggede.

Senin, 25 Mei 2026 - 21:17 WIB

Praktik Cashback Dana BOS di Sekolah Diduga Menggurita, LPKN: Sudah Berjalan Bertahun-tahun

Berita Terbaru

TNI & POLRI

Semangat Gotong Royong TNI Dan Warga Johunut Paranggupito.

Kamis, 11 Jun 2026 - 23:38 WIB