Cianjur,patrolinews86.com – Akibat dugaan over dosis Seorang gadis berinisial AP (14) warga Kampung Cikarang RT 003/001, Desa Karangsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, tewas mengenaskan diduga overdosis setelah dicekokin Obat terlarang dan minuman keras.
Gadis remaja itu juga diduga sempat mengalami kekerasan seksual, setelah pada bagian alat kelaminnya ditemukan bercak darah.
Kejadian yang menewaskan siswi SMK di Kecamatan Leles itu, berawal saat remaja itu mengikuti ajakan pacarnya untuk menghadiri acara ulang tahun di wilayah Tegal Buleud, Sukabumi, Senin (11/4) malam.
Keesokan harinya, Selasa (12/4), pihak keluarga menerima informasi bahwa anak mereka ditemukan dalam kondisi mengenaskan, mulut mengeluarkan busa dan tidak sadarkan diri, lalu Keluarga langsung membawa korban ke Puskesmas Agrabinta untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Agrabinta, Iptu Nanda mengatakan, kejadian bermula saat korban pergi ke rumah D (16) untuk merayakan acara ulang tahun pacarnya ID (17).
Kemudian selang satu jam korban bersama ID pergi untuk membeli bakso ke daerah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi yang berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Agrabinta sekitar pukul 19.00 WIB.
Namun selang beberapa jam, korban mengeluhkan sakit kepala kepada ID, Kemudian diantarkan ke rumah D.
“Acara itu kurang lebih selama satu jam, terus dibawa ke satu tempat karena merasa pusing. Kemudian pulang diantarkan ke rumah temannya yang acara ulang tahun,” kata Nanda kepada awak media, Jumat (15/04).
Kemudian di rumah D, korban muntah-muntah. Orang tua korban yang datang, langsung membawa anaknya ke puskesmas terdekat.
“Jadi korban itu dijemput oleh orang tuanya, kemudian diantarkan ke Puskesmas Agrabinta. Nyawa AP tak tertolong, kemudian meninggal pada pukul 21.00 WIB,” paparnya.
Nanda menyebut kepolisian belum dapat memastikan penyebab tewasnya korban.
“Baru dugaan overdosis akibat minuman atau keracunan makanan. Nanti akan dilakukan autopsi. Saya menunggu instruksi dari Polres Cianjur,” jelas Nanda.
Salah seorang Petugas medis Puskesmas Agrabinta, Andri mengungkapkan, korban kali pertama dibawa ke fasilitas kesehatan oleh keluarganya dan dalam kondisi mengenaskan, muntah-muntah bahkan hingga tidak sadarkan diri.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tewas akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras,” ujar Andri.
Andri menyebutkan, petugas medis juga menemukan luka memar di bagian dekat alat vital serta ditemukannya bercak darah pada bagian alat vital korban.
“Jenazah korban, telah dikirim ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD Sayang Cianjur, guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Karena jelas ada kejanggalan atas kasus tewasnya siswi itu, “pungkasnya.
(Deden Sudiana)
























