“Keterangan saya di Penyidik juga terkait warisan rumah dan tanah yang saya dengar langsung dari almarhum suami saya Agustinus Leyong Tolok dan almarhumah mertua saya. Suami saya anak bungsu dari tiga bersaudara, suami saya laki-laki bungsu. Saya dengar langsung dari almahrum suami dan almahrum mertua saya bahwa rumah yang ditujuh maret Lewoleba (rumah besar keluarga) menurut wasiat almarhumah mama mantu diserahkan kepada Gusto (almarhum), akan tetapi dalam perjalanan masih pro dan kontra sehingga diputuskan dibagi tiga. Saya lupa waktunya kapan tetapi almahrum mertua saya pernah menelpon dan menyuruh Gusto untuk turun ke Lewoleba karena mau urus pembagian tanah di tujuh maret Lewoleba akan tetapi jawaban Gusto almarhum bosan le, turun hanya urus itu-itu saja, saya juga agak sibuk ni”, tutur Yustina mengutip kata-kata almarhum.
”Dalam pembagian tanah warisan ada tiga bidang tanah sudah terjual, sisanya sudah bersertifikat yang diurus oleh kakak kandung almahrum (Remi Tolok). Saya tahu dan saya dengar sendiri dari Remi Tolok disaksikan istrinya yang menjelaskan bahwa sertifikat semua saya sudah urus jadi nanti kasih pulang saya punya uang baru kamu ambil sertifikat. Tanggapan suami almarhum Gusto, bapak masih hidup, itu tanah masih milik orang tua dan mungkin masih ada orang yang garap. Hingga saat ini sertifikat tanah almahrum masih ditangan Remi Tolok.
Pernah almarhum pulang sekolah dengan raut muka yang tidak baik dan saya langsung tanya kenapa pulang dengan raut muka marah-marah. Almarhum menjawab ihhh Dus (Gregorius Bernadus Wajo) tadi di sekolah hampir saya tumbuk dia. Saya tanya lagi kenapa sampai begitu? Almarhum menjawab masalah disekolah. Dan pernah Letek mengadu di suami saya lewat inbox karena mendapat inbox suaminya Dus (Gregorius Bernadus Wajo) dengan perempuan lain. Letek mengirim screenshot inbox itu ke Gusto almarhum, akhirnya Gusto almarhum balas Bernadu (Gregorius Bernadus Wajo) ne dia pu slibeng siapa lagi. Letek, saya kasi tau di keluarga saa biar mereka yang urus. Gusto, aiii Bernadu (Gregorius Bernadus Wajo) ne kalau dia buat begini kami saudara lebih jahat lagi”, jelas Yustina.
”Pada hari Jumad, (13/11/2020) saat korban Gusto menghilang tidak ada satu guru atau anak sekolah yang datang ke rumah saya dan tidak ada juga yang telepon saya untuk menanyakan suami saya.
Hari Sabtu, (14/11/2020) juga tidak ada guru yang datang dirumah saya untuk menanyakan keberadaan suami saya, dan ada rapat orang tua bersama guru-guru (tidak tahu jam berapa) hingga sampai berita heboh di media sosial baru Letek dan suaminya menelpon saya dan mau ketemu saya di rumah, dan waktu itu saya berada di rumah om kandung sehingga Dus dan Letek menyuruh saudari bapak saya untuk pergi panggil saya tetapi sepupu saya mengatakan suruh mereka kesini saja, akhirnya mereka berdua datang dirumah om saya”, urai Yustina Bluan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























