Kabupaten Bandung patrolinews86.com.
Dalam masa PPKM tahap 2 di Kabupaten Bandung, Camat Dayeuhkolot Pemerintahan Kabupaten Bandung (Pemkab Bandung) Haris Taufik, didampingi Sekcam beserta Unsur Muspika Dari Koramil, Kordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Dayeuhkolot, Dokter Kepala Puskesmas Dayeuhkolot, Kepala KUA Kecamatan Dayeuhkolot melakukan monitoring pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Dayeuhkolot, pada Selasa tanggal 7 September 2021 lalu.
Dalam kesempatan ini, Kepala SMPN 2 Dayeuhkolot Asep Juhro beserta para guru dan staf juga tampak mendampingi Camat sekalian menjelaskan tentang pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolahnya, yang mengutamakan protokol kesehatan (Prokes) dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).
“Untuk saat ini, uji coba pembelajaran tatap muka kami laksanakan baru 20% dari jumlah siswa, klo ini berhasil dengan baik maka kemungkinan untuk siswa yang lainnya nanti akan kita pertimbangkan. Hal ini juga akan meminta persetujuan dari para orang tua siswa”, ungkap Asep Juhro.
Berdasarkan pengamatan wartawan patrolinews86.com, disetiap pintu masuk kelas disediakan peralatan untuk mencuci tangan juga hand sanitiser. Gunanya agar setiap orang yang akan masuk kelas harus terlebih dahulu mencuci tangannya dengan bersih, setelah itu baru menggunakan hand sanitiser. Hal ini dilakukan agar setiap orang selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, guna mencegah dan memutus rantai Pandemi Covid-19, yang saat ini masih mengancam semua manusia di muka bumi ini.
Ketika memasuki salah satu ruangan kelas yang sedang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka, Camat Haris Taufik mengatakan bahwa setiap siswa harus selalu menjaga kesehatan dengan 3M. “Setiap siswa harus sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah, karena situasi PPKM tahap 2 sekarang ini semua kantin di sekolah ditutup. Untuk menjaga kebersihan setiap siswa juga diharuskan untuk membawa hand sanitiser kalau bepergian kemanapun dan masker selalu dipakai. Kalau ada yang sakit supaya tidak menularkan kepada yang lainnya, dan yang sehat tidak tertular”, ujar Haris Taufik.
Pembelajaran tatap muka dengan jumlah siswa 20% masih dalam tahap uji coba, mudah-mudahan untuk kedepannya nanti bisa normal kembali dan diharapkan semua siswa bisa ikut belajar tatap muka. “Kita sama-sama berdoa agar pandemi covid-19 ini segera menghilang dari muka bumi ini, sehingga keadaan bisa normal kembali seperti biasa”, tambah Haris Taufik. (IH. Sianipar)
























