Judi jenis togel /Toto gelap semakin menjamur di Kuansing .
Kuansing -.Patrolinews86.com.
Toto Gelap atau biasa dikenal dengan sebutan Togel, Togel ini adalah sebuah bentuk terlegalisasi dari lotre yang dijual di Negara Singapura dan Malaysia, yang dikenal dengan nama yang berbeda di tempatnya masing-masing.
Singapura Pools misalnya, Singapore Pools adalah satu-satunya operator lotere sah di Singapura, sedangkan Sports Toto adalah operator lotere terbesar di Malaysia. Singapore pools didirikan pada 23 Mei 1968 untuk mengendalikan perebakan judi ilegal di Singapura pada 1960-an.
Namun di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) belum ada jenis perjudian yang di legalkan oleh Negara hingga saat ini.Sementara itu, perjudian jenis Toto Gelap (Togel) ini di Kuantan Singingi kembali bebas beroperasi setelah lama tidak terdengar dan mati suri.
Lebih mencengangkan lagi, pengendalian judi jenis Togel di Kuantan Singingi ini di kendalikan diduga salah seorang oknum Aparat Penegak Hukum (APH).
Luar biasa memang, seharusnya Aparat Penegak Hukum (APH) yang seharusnya melakukan penertiban terhadap pelaku judi, malah sebaliknya ia (diduga oknum APH) yang menjadi Boss (Bandar) Togel yang berada di Kuansing Negeri Bermarwah ini.
Apa jadi nya, jika sudah seharusnya yang menjadi penegak hukum yang melakukan perbuatan melanggar hukum.
Karena belum lama ini pernah terjadi kasus yang menyita perhatian semua kalangan, yakni kasus Ferdy Sambo yang membuat minimnya rasa percaya masyarakat kepada para penegak hukum,dimana Kapolri Listyo Sigit Prabowo sedang berusaha keras memulihkan reputasi Polri, dalam kasus Ferdy Sambo juga menyeret perwira tinggi (Pati) Hendra Kurniawan, setelah itu kasus yang terjadi kepada Teddy Minahasa yang juga merupakan kasus besar yang terjadi di tubuh institusi Polri pada saat itu Teddy Minahasa menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Barat yang juga menyeret nama Dodi Prawiranegera yang merupakan mantan Kapolres Bukit Tinggi. Sebelumnya juga ada nama Napoleon Bonaparte yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter).
Dimana pada kasus Ferdy Sambo, pembunuhan berencana yang di kemudikan olehnya melibatkan banyak nama mulai dari bawahan,sopir, asisten rumah tangga hingga isteri nya (Putri Candrawati) , begitu juga dengan kasus Teddy Minahasa, kasus Narkoba yang di alaminya juga menyeret sejumlah nama di tubuh institusi Polri, selanjutnya Napoleon Bonaparte.
Selain dirinya , ada mantan Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dalam kasus pemalsuan surat jalan terhadap terpidana korupsi cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.
Sementara, diduga oknum Aparat Penegak Hukum di Kuantan Singingi ini, sudah menguasai hampir seluruh Kecamatan dan memiliki kaki (anak buah)
guna untuk menjadi juru tulis nomor dengan tiga pengeluaran, dimana pengeluaran yang di rekap si juru tulis adalah pengeluaran Sidney (SDY), Singapura (SGP) dan Hongkong (HK). Dimana dalam pasangan angka dikali Rp. 1000 untuk dua angka terakhir (2D) yang keluar akan di bayar Rp. 60.000. Wajar setiap pemasang tergiur akan hadiah yang begitu pantastis, namun, kemungkinan untuk mendapatkan nomor yang akan keluar hanya 0,001 persen. Tapi itulah judi.
Lalu adakah sanksi hukum buat para bandar togel di Indonesia yang secara notabene nya tidak legal seperti di negara Singapura dan Malaysia. Tentu ada, Pemerintah sudah merubah pasal 303 Ayat (1) KUHP yang mula hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan dan atau denda sebanyak banyaknya Rp. 90.000 menjadi hukuman penjara paling lama 10 tahun dan atau denda menjadi Rp. 25.000.000. Tentu dalam hal ini Pemerintah Indonesia tidak main main dalam memberantas perjudian tanpa pandang bulu.
Disisi lain, salah seorang masyarakat sebut saja Badu (yang tidak ingin disebutkan namanya) sangat menyesalkan perbuatan diduga oknum APH tersebut, karena jika masyarakat berbuat pasti sudah dilakukan penindakan hukum dan pasti telah dilakukan penangkapan. Namun berbeda dengan si oknum tersebut.
” Kita sesalkan itu, namun jika kita masyarakat biasa berbuat pasti sudah di tangkap, contohnya saja yang ada di kampung saya kemarin-kemarin, langsung di tangkap, ” Sebut Badu kepada media ini.
Sedangkan, sebut Badu, si oknum ini dengan santainya berbuat namun tidak ada tindakan.
” Sekarang saya baru percaya bahwa hukum itu tajam kebawah dan tumpul ke atas, terbukti bagi saya, mentang mentang aparat bisa berbuat sesukanya, ” Keluh Badu Jum’at (30/06/2023) malam
Sulmadri sp
























