PT Amarta Karya didemo oleh Perwakilan Presidium Vendor dan Mandor Indonesia
Bekasi patrolinews86.com – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Presidium Vendor dan Mandor Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Amarta Karya yang berada di Plaza Summarecon Bekasi Lantai 5 Jl. Bulevar Ahmad Yani Kav. KA001 Kota Bekasi – 17142, kamis (09/03) kemarin. Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 50 orang lebih itu merupakan beberapa dari perwakilan Vendor dan Mandor yang menuntut PT Amarta Karya untuk membayar hak mereka sebagaimana tertuang dalam SPK atas pekerjaan yang sudah mereka selesaikan.

Kordinator aksi, Ali Ramdhan mengungkapkan bahwa dirinya dan puluhan orang terpaksa melakukan kegiatan aksi demo damai ini, karena sudah merasa sudah bertahun-tahun hak kami digantung tanpa kejelasan dari pihak PT Amarta Karya. Demo ini terpaksa kami lakukan, karena kami sudah lelah bertahun-tahun menanti pembayaran dari pihak PT Amarta Karya yang sampai saat ini belum terealisasi (belum ada niatan membayar) padahal berbagai mediasi sudah kami lakukan, namun hasilnya sama saja nol tanpa realisasi” ujar Ali
Lebih lanjut dirinya mengatakan “kami sebenarnya tidak menuntut macam-macam, hanya hak kami sesuai SPK harap segera dipenuhi, karena saat ini kami hadir hanya beberapa perwakilan saja dari total sedikitnya 800 Orang yang merupakan vendor dan mandor se-Indonesia” jelas dia
Sementara dikatakan kordinator umum presidium Vendor dan Mandor Indonesia, Asep Saepudin dalam konperensi pers nya menjelaskan bahwa, perwakilan aksi sudah diterima oleh pihak manajemen PT Amarta Karya, dan ada kesepakatan-kesepakatan yang akan dilakukan.

“Tadi saat aksi demo digelar, kami 3 orang perwakilan presidium diajak musyawarah oleh pihak PT Amarta Karya, dan diajak damai, namun kami tetap tidak mau, sampai ada kejelasan, maka nanti kami akan membuat klausul-klausul untuk proses pembayaran agar bisa secepatnya direalisasikan” ujarnya
Masih kata Asep “kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak perusahaan, namun apabila masih buntu, maka terpaksa kami akan lakukan aksi yang lebih besar lagi, dan kami akan bawa masalah ini ke DPR, kamipun sudah bersurat ke DPR untuk bisa dijadikan perhatian dan kajian dengan adanya kondisi kami ini . Perlu diketahui bahwa ada sekitar 800 vendor dan mandor yang banyak diantara mereka merupakan usaha kecil, UMKM, seperti tukang las, yang mencoba menjadi sub kontraktor kegiatan PT Amarta Karya, namun dengan kondisi seperti ini, bukannya untung malah buntung, itu namanya bukan memajukan UMKM tapi malah membunuh UMKM”ungkap Asep menahan amarahnya yang secara kebetulan dia dikenal pokal dalam menyuarakan pemberantasan korupsi dan membantu hak hak masyarakat yang terdolimi.
Sementara itu, saat wartawan ingin melakukan klarifikasi ke PT Amarta Karya, tidak bisa masuk karena dijaga ketat oleh sekuriti yang di tugaskan menjaga kantor, dengan alasan sudah ada perwakilan aksi yang sedang bermusyawarah dengan perusahaan.// Asp/dhian st
























