BANDUNG – patrolinews86.com – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Dasep Kurnia Gunarudin mengaku, kerap mendengar cerita dari para petani yang terpaksa membuang hasil panennya karena harga yang anjlok.
Namun, pihak pemerintah justru melakukan import saat masa panen sehingga harga menjadi turun. Hal tersebut diperkuat dengan rendahnya nilai tukar petani (NTP). “NTP di Jawa Barat dibawah 100, sementara kalau nilai NTP dibawah 100 berarti petani mengalami defisit artinya petani tidak akan mampu untuk menutupi biaya hidupnya,” ungkap Dasep kepada wartawan pada Selasa (7/9) lalu.
Oleh karena itu, lanjut Dasep yang didamping Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung lainnya yakni Riki Ganesa dan Acep Ana, mengatakan, pihaknya akan mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa membeli produk tani sehingga tidak ada petani yang merugi.
Menurut Dasep, saat ini petani mengalami polarisasi dalam bidang usaha, yang menyebabkan terjadinya ketimpangan. Oleh karena itu, Dasep menilai penting hadirnya sebuah Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan dan pemberdayaan petani serta pembentukan BUMD. “BUMD dibentuk dengan maksud untuk memberikan kepastian harga.
Halaman : 1 2 Selanjutnya
























