Patrolinews86.com – Taliban berhasil kuasai wilayah Ibu Kota Kabul dan menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan pada Minggu (15/8). Hal ini membuat kebebasan perempuan di Afghanistan terancam.
Amerika Serikat sudah menyatakan kalah dalam perang melawan Taliban.
Oleh karena itu, rakyat hidup dalam ketakutan. Media sosial banyak memperlihatkan kekacauan di Kabul saat ini. Penduduk berbondong-bondong mencoba meninggalkan Afganistan.
Dibawah pimpinan Taliban, Afganistan bisa saja terjadi pertumpahan darah, karena tidak ada sistem yang bisa menangkap mereka.
Kondisi Afghanistan hari ini seolah puncak dari 20 tahun perang panjang di negara tersebut. Taliban memerintah Afghanistan dari 1996 sampai intervensi militer AS pada 2001. Pasukan AS masuk ke Afghanistan setelah tragedi 11 September.
Pada Februari 2020, AS dan Taliban menandatangani kesepakatan untuk penarikan pasukan Amerika.
Setelah tentara AS meninggalkan negara itu pada Mei dan Juni 2021, Taliban mulai melakukan serangan dan kembali meraih kontrol di beberapa distrik di sejumlah provinsi. Hingga akhirnya menguasai istana Presiden.***AS


























