KENDAL – Patrolinews86.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan agar konsep Dasa Bakul atau Dasa Penjual bisa diterapkan di pasar-pasar. Konsep yang mengadopsi Dasa Wisma dalam sistem sosial kemasyarakatan itu diharapkan bisa membantu untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan antar pedagang.
“Saya tadi menyarankan, kalau dalam sistem sosial kita ada dasa wisma, sepuluh rumah saling kontrol, saling bantu, dan saling bisa mengerti maka kalau di pasar nanti ada dasa penjual atau dasa bakul. Artinya sepuluh bakul yang saling mengingatkan dengan model pasar yang seperti ini akan gampang,” kata Ganjar usai mengecek Posko Pasar Sehat di Pasar Kaliwungu Kendal, Senin (09/08/2021).
Ganjar menjelaskan, konsep Dasa Bakul itu bisa didesain dengan menata tiap sepuluh pedagang yang berdekatan. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk saling mengingatkan terkait disiplin protokol kesehatan seperti pemakaian masker dengan baik, sering cuci tangan, dan lainnya.
“Kalau (salah satu pedagang) maskernya melorot, diingatkan. Mungkin mereka tidak sadar kalau sering bayar-membayar pakai uang, ini kan sebenarnya media (tempat virus berada), maka diingatkan sering cuci tangan. Sebenarnya hal simpel saja, bagaimana mereka bisa saling menjaga, termasuk saling jaga jarak,” jelasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


























