Masyarakat desak Audit Dana Desa di Desa tiga serangkai di duga adanya penyelewengan

Senin, 7 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Barat, patrolinews86.com – Masyarakat tiga serangkai, kecamatan Lahemi, kabupaten Nias bara, pada 21 Februari 2022.untuk mengaudit dana Desa DD/ADD mulai tahun 2016 sampai tahun 2021 di desa tiga serangkai.sesuai PP no 71 Tahun 2000 tentang tetecara pelaksanaan serta peran masyarakat dalam mencegah pemerantas korupsi.WhatsApp Image 2022 03 07 at 15.47.21

Salah seorang warga desa melaporkan secara tertulis pelaksanaan dana Desa di desa tersebut,yang menurutnya diduga tidak sesuai spekfikasi atau rencana Anggaran biaya RAB salah satu pembangunan yaitu:
1. Pembangunan parit gendong saluran pembuangan MCK di Du Dusun I tigaserangkai dengan anggaran 100.000.000.
2. Lanjutkan pembangunan Rabat beton Du Hiligauko Dusun III anggaran 200.000.000.
3. Lanjutan pembangunan Rabat beton di Durunayaa, Dusun II anggaran 427.330.000.

Laporan tertulis warga memuat adanya degaan indikasi korupsi di lapangan sebagai berikut. Harga material pasir selisih harga dengan RAB.
1. Batu belahan 10×15 harga RAB 407.243 perkubik harga pembelian dilapangkan hanya 200.000 perkubik

2. Pasir pasang beton harga RAB 275.243 / kubik harga pembelian di lapangan hanya 50.000/kubik.

3. Batu pecah harga RAB 2×3harg 425.423 /kubik harga pembelian di lapangan 217.000/kubik.

Diperkirakan total kerugian negara dalam pelaksanaan pembangunan tersebut Rp,-138.442.793.

Pada pembangunan pari beton di dusun I yang menyediakan bahan meterial batu kali 10×25 dan pasir pasar di sediakan dan diangkat oleh UD FASAO MAJU di desa tigaserangkai namun dalam laporan pertanggungjawaban atau reallisasi keuangan terlihat nama orang lain artinya ada didugaan kuat indikasi korupsi.

Awak media begitu mendapatkan informasi langsung turun untuk memastikan informasi tersebut di kantor kepala desa, namun kepala desa sedang dinas luar, hanya sekertaris desa yang ada di kantor desa bersama perangkat desa lainya.

Sekdes menyampaikan ,” saya tidak bisa menjawab, biar pak kades yang menjawab hal ini,” kilahnya

Sedangkan kepala desa dihubungi melalui chat WhatsApp miliknya dengan mengkonfirmasikan tentang kebenaran informasi laporan masyarakat tersebut

Sabar dulu pak, perlu saya koordinasi sama ptpkd dan pelaksanaan kegiatan hal itu,tulis kades.

Hingga berita ini dipublish, belum ada konfirmasi lebih lanjut.

(F.D).

Berita Terkait

Kades Paniis diduga gelapkan uang desa sebesar  Rp.530.112.041,83.diakui dipake pribadi, bayar utang dan sekolah anak
Musdes Pembentukan Team Penjaringan Dan penyaringan Perangkat Desa Jabatan Kepala Dusun 2 Dan 3 di Desa Bendungan Berjalan lancar 
Forum Masyarakat Desa Loning Akan Surati Pemdes, BPD dan BUMDes, Audiensi Dijadwalkan 31 Oktober
Masyarakat Bersatu: Asep Derbi dan Maman Isak Ajak Pemuda Pemudi Desa Buniseuri Bersatu Demi Kemajuan Desa
Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan
BUMDes Loning Disorot: Rp285 Juta untuk Apa? Warga Desak Transparansi dan Cek Lapangan
SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA
Dana Desa Loning Disorot, Tuduhan Hoaks Ditantang dengan Verifikasi Lapangan dan Penelusuran Tipidkor Polres Pemalang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Kades Paniis diduga gelapkan uang desa sebesar  Rp.530.112.041,83.diakui dipake pribadi, bayar utang dan sekolah anak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Musdes Pembentukan Team Penjaringan Dan penyaringan Perangkat Desa Jabatan Kepala Dusun 2 Dan 3 di Desa Bendungan Berjalan lancar 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WIB

Forum Masyarakat Desa Loning Akan Surati Pemdes, BPD dan BUMDes, Audiensi Dijadwalkan 31 Oktober

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masyarakat Bersatu: Asep Derbi dan Maman Isak Ajak Pemuda Pemudi Desa Buniseuri Bersatu Demi Kemajuan Desa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru