Siraman Qolbu oleh Harun sutejo
Dalam perjalanan hidup ini, manusia sering lupa bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara. Kesibukan mengejar harta, jabatan, dan kesenangan terkadang membuat hati menjadi keras, sombong, bahkan lupa kepada Sang Pencipta. Padahal, tidak ada manusia yang abadi di dunia ini. Cepat atau lambat, semua akan kembali kepada Allah SWT dan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan selama hidupnya.
Hidup bermasyarakat mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menjaga perasaan sesama. Jangan pernah merasa paling hebat atau merendahkan orang lain, karena kemuliaan seseorang bukan dilihat dari kekayaan maupun kedudukannya, melainkan dari akhlak dan ketakwaannya. Kesombongan hanya akan membawa manusia pada kehancuran dan dijauhkan dari keberkahan hidup.
Saat ini mungkin kita masih diberi kesehatan dan kesempatan, namun tidak ada satu pun manusia yang tahu kapan ajal akan datang menjemput. Kematian tidak memandang usia muda ataupun tua. Karena itu, sebelum semuanya terlambat, mari perbaiki diri dari sifat iri, dengki, fitnah, kebencian, serta perbuatan yang menyakiti orang lain. Belajarlah menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, jujur, dan rendah hati.
Perbanyak amal kebaikan dan ibadah kepada Allah SWT. Gunakan waktu yang masih ada untuk mendekatkan diri kepada-Nya, membantu sesama, serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Sebab ketika tubuh sudah terbujur kaku, harta dan jabatan tidak akan berarti apa-apa. Yang tersisa hanyalah amal ibadah dan doa.
Semoga kita semua selalu diberikan hati yang lembut, langkah yang istiqomah dalam kebaikan, serta keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
























