Cirebon- kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan masyarakat terkait dugaan pelayanan yang tidak maksimal di RSUD Waled. Seorang warga bernama Rury Anggriyani i (22), korban kecelakaan kerja, diduga tidak memperoleh pelayanan rawat inap secara optimal saat datang untuk mendapatkan pertolongan medis 28/04/2026.
Menurut keterangan keluarga, korban datang dalam kondisi membutuhkan penanganan lanjutan akibat kecelakaan kerja. Namun pihak keluarga merasa kebingungan karena pasien tidak segera mendapatkan kepastian pelayanan, bahkan diduga terkendala persoalan administrasi dan penjaminan biaya.
Karena khawatir kondisi korban memburuk, keluarga akhirnya berinisiatif membawa Rury ke rumah sakit swasta. Di lokasi berbeda, korban disebut langsung mendapatkan penanganan medis dengan baik.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah. Sebab berdasarkan ketentuan hukum, fasilitas kesehatan wajib mengutamakan keselamatan pasien dan tidak boleh menjadikan administrasi sebagai penghambat pelayanan medis, khususnya dalam kondisi darurat.
Yaya Sudrajat S.H pengamat Kebijakan setempat, menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Menurutnya, rumah sakit daerah dibangun dari uang rakyat sehingga orientasi utamanya adalah pelayanan.
“Rumah sakit pemerintah jangan sampai terkesan mempersulit masyarakat kecil. Ketika warga datang dalam kondisi sakit atau korban kecelakaan, yang utama adalah tindakan medis terlebih dahulu, bukan memperdebatkan administrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Warnadi menyampaikan bahwa korban kecelakaan kerja semestinya dibantu diarahkan terkait mekanisme pembiayaan, termasuk kemungkinan penggunaan jaminan ketenagakerjaan.
“Jika memang ada kendala administrasi, tugas petugas adalah membantu memberi solusi, bukan membuat keluarga pasien kebingungan,” ujarnya.
Desakan Klarifikasi
Masyarakat mendesak manajemen RSUD Waled, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, serta Pemerintah Kabupaten Cirebon segera memberikan penjelasan terbuka atas kejadian tersebut.
Kasus yang dialami Rury diharapkan menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan, agar rumah sakit daerah benar-benar hadir sebagai tempat perlindungan masyarakat, bukan justru menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah.
Pelayanan kesehatan adalah hak seluruh warga negara. Tidak boleh ada rakyat kecil yang merasa dipersulit saat mencari pertolongan.
Hingga berita ini dilansir pihak RSUD belum memberikan tanggapan tentang adanya dugaan kurangnya pelayanan pada masyarakat.

Warnad/ cakra
























