Boyolali – Patrolinews86.com. – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas melalui kegiatan Deklarasi dan Ikrar Anti HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran petugas Rutan Kelas IIB Boyolali sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program pemasyarakatan yang bersih dari praktik-praktik terlarang,Selasa (21/04/2026)
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali Ervans Baharudin Mulyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen bersama seluruh petugas untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa pemberantasan HALINAR merupakan bagian penting dari upaya menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
“Kami berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan handphone, pungutan liar, dan peredaran narkoba di lingkungan rutan. Seluruh jajaran harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan,” tegasnya.
Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar Anti HALINAR secara bersama-sama oleh seluruh petugas Rutan Kelas IIB Boyolali, sebagai wujud tekad bersama dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan bebas dari pelanggaran.
Melalui kegiatan ini, Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali Ervans Baharudin Mulyanto berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan serta mendukung penuh program reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dengan semangat kebersamaan dan integritas, Rutan Kelas IIB Boyolali terus berupaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan deklarasi ini menjadi langkah nyata Rutan Kelas IIB Boyolali dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali menambahkan, saat ini penghuni WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) mengalami over kapasitas yg seharusnya 150 orang saat ini 279 orang, kami berusaha maksimal untuk mengatur penguni WPB biar lebih tertib dan nyaman baik untuk kegiatan siang hari atau bahkan untuk istirahat malam hari, situasi tetap aman, nyaman, kondunsip, atas kerja sama semua pegawai Rutan dan penghuni WPB itu sendiri, pungkas Ervans.( Samira, Budiharjo )



























