BOYOLALI – Patrolinews86.com. Gelaran puncak Hari Desa Nasional di Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Jawa Tengah, menjadi momentum bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto untuk kembali menegaskan posisi desa sebagai pilar utama pembangunan bangsa.kamis
( 15/01/2026 ).
Dalam pidatonya, Yandri menyampaikan bahwa paradigma pembangunan desa telah bergeser. Desa kini tidak dipandang sekadar penerima kebijakan, melainkan sebagai motor penggerak yang menentukan arah pembangunan nasional.
“Bangsa ini akan kuat jika desa mampu berdiri di atas kemandiriannya, berinovasi, dan memanfaatkan potensinya sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan,” ucap Yandri di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Ia juga menyoroti soal pengelolaan Dana Desa, yang menurutnya harus mencerminkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Dana Desa dinilai bukan hanya instrumen administratif, tetapi fasilitas strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, dan mengurangi angka kemiskinan.
Lebih jauh, Yandri menekankan bahwa Hari Desa Nasional mestinya dimaknai sebagai ruang evaluasi atas capaian pembangunan desa selama ini. Bukan sekadar agenda seremoni, melainkan perenungan kolektif tentang posisi desa dalam pembangunan Indonesia di masa depan.
“Jika desa kuat, bangsa berdiri kokoh. Dari desa kita bangun Indonesia,” tegasnya.
Acara peringatan itu turut diramaikan dengan pameran produk unggulan desa, pagelaran seni budaya, serta dialog antara pemerintah pusat dengan perwakilan desa dari berbagai daerah. Lewat momentum ini, pemerintah berharap semangat membangun dari desa semakin tumbuh dan menjadi energi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. ( tim Boyolali )























