Kuningan patrolinews86.com – Belum juga usai dari ingatan tentang adanya kasus Oknum Guru Lecehkan siswa hingga berujung ke ranah hukum polres Kuningan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan.
Kini SMAN 3 Kuningan kembali diterpa masalah baru dan lagi – lagi dialami siswi sekolah SMA Negeri 3 Kuningan inisial NZ kelas 10, baru saja masuk sekolah alami nasib tragis.
Pada awalnya NZ terpilih menjadi siswi yang masuk kategori sebagai siswi Pencinta Alam , dari beberapa siswa siswi yang ada hanya segelintir siswa yang terpilih masuk salah satu katagori pecinta alam Chandra di muka
Sekolah SMAN 3 Kuningan secara rutin selalu mengadakan kegiatan ektrakulikuler Pencinta Alam setiap tahunnya, Bermula hari Minggu tgl 21 Desember 2025 sekitar jam 11 tempat dibumi termasuk lempong balong palutungan desa cisantana kab Kuningan , NZ mengikuti kegiatan yg termasuk lima hari menjalani hidup di alam luas mempelajari kehidupan dengan alam yg hidup di hutan dan makan seadanya, namun sangat di sayangkan dalam kegiatan ektrakulikuler itu terjadi dugaan kekersan siswa secara fisik.Menurut keterangan korban (NZ) setiap hari mengalami kekerasan dengan muka selalu di tamparin, bahkan di penghujung kegiatan NZ tidak kuat lagi dalam berjalan kaki mengalami kejadian sampe di dorong tersungkur dengan keras.menurut orang tua siswi sepulang mengikuti kegiatan pecinta alam, anak nya mengalami trauma yg begitu hebat bahkan pisik membawa lebam dan luka luka.

Dari kejadian tersebut, orang tua siswa melalui grup WA menuturkan semua menyatakan kejadian tersebut dinilai sangat tidak manusiawi dan dianggap kejam hal tersebut terjadi bukan terhadap NZ saja. kekerasan pisik di alami oleh semua siswa siswi SMA 3 KUNINGAN yg mengikuti kegiatan pecinta alam dan bahkan dari salah satu orang tua siswi tersebut sudah melaporkan ke pihak kepolisian dengan dasar kekerasan di bawah umur.

Rina Sulaeman Rahagi sebagai kuasa dari keluarga korban membenarkan bahwa pihaknya ditunjuk sebagai kuasa hukum dari anak tersebut dan sudah melaporkan ke pihak yang berwajib terkait masalah ini.
Masih dikata Rina Sulaeman Rahagi yang kebetulan sebagai LBH dari LSM Laskar Merah Putih Indonesia ( LMPI ) DPC Kuningan itu didampingi Ketua LMPI Lab.Kuningan Ujang Hermawan atau yang biasa di sebut JENGGO dengan tegas dirinya mengutuh keras terhadap kekerasan terhadap anak di lingkup sekolah ini apalagi dilakukan oleh gurunya sendiri yang semestinya menjaga dan membina anak dengan baik .
JENGGO Ketua LMPI Kab.Kuningan
Kami sebagai Ketua LMPI Kab.Kuningan melihat hal ini menjadi geram dan akan mengawal masalah ini sampai tuntas. Apalagi SMAN 3 Kuningan ini selalu aja menimbulkan Maslah terhadap anak didiknya seperti yang baru baru ini yang menimpa As ( nama samaran ) anak didik di bullying temennya dan bukannya di bantu malah anak didik yang di bullying yang Kena sangsi dan dikeluarkan dari sekolah belum lagi kasus pelecehan terhadap siswa yang sampai ke ranah hukum dan kini muncul kembali masalah penganiayaan terhadap siswa di bawah umur yang sudah dilaporkan ke polres Kuningan .
Tentu hal ini harus dikawal dan harus menjadi pelajaran berharga bagi jajaran kepemimpinan sekolah supaya benar benar bisa berbenah dari berbagai sisi agar kejadian – kejadian seperti ini tidak terulang kembali .” Ucapnya.
Sementara kepala sekolah SMAN 3 Kuningan yang bernama H Moch Chaeri MPd.i, ketika dipinta tanggapannya melalui tlp selulernya dalam masalah ini dirinya belum memberikan penjelasan …
Views: 466