Kuningan Bukan Kabupaten Termiskin di Jawa Barat, Data Resmi Tunjukkan Perbaikan Signifikan dan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-Pulau Jawa

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun 2025 ini, jumlah penduduk miskin Kuningan menjadi 119.670 orang, turun 12.160 orang dibandingkan dengan tahun 2024. Persentase kemiskinan pun mencapai level terendah, yakni 10,74%, turun 1,14 poin dibandingkan tahun 2024. Tentu saja, capaian ini membuktikan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang konsisten dan terukur.

Pendorong turunnya angka kemiskinan ini karena adanya program pembangunan yang mendorong perbaikan tersebut. Sejumlah intervensi konkret pemerintah daerah memberi dampak signifikan, antara lain:

  • Operasi Pasar Murah Bersubsidi di 10 kecamatan awal 2025
  • Penyaluran PKH, BPNT, dan bansos lainnya
  • Program Listrik Gratis dari Pemprov Jabar sejak Mei 2025
  • Perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu)
  • Pembiayaan layanan kesehatan bagi pasien
  • Kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 6,22% pada Triwulan I-2025
  • Program 100 Hari Kerja Bupati, seperti Bursa Kerja yang mampu menyerap tenaga kerja di hingga 1481 orang, program pertanian (subsidi pupuk, benih padi gratis, taman Masagi), penyebaran benih ikan di perairan umum, perbaikan jalan sebagai akses ekonomi, dan sebagainya.

Program-program ini memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi beban pengeluaran, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin.

Selain menurunkan kemiskinan, Kuningan mencatat prestasi luar biasa, yaitu Pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 menjadi yang tertinggi di seluruh Pulau Jawa. Selain itu, prosesntase TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) Kuningan juga mengalami penurunan signifikan, yaitu 7,78%. Hal ini menegaskan bahwa ekonomi Kuningan sedang bergerak maju dan kokoh dan on the track sesuai dengan program Pembangunan yang sudah ditetapkan.

Selain itu, hasil ground checking DTSEN juga menunjukkan hasil yang linier dengan survey BPS, terdapat penurunan sebesar 2,57% pada Desil 1 dan 3,24% pada Desil 2 menunjukkan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Artinya, sebagian warga berhasil naik peringkat desil dan keluar dari kategori sangat miskin maupun miskin.

Dengan fakta penurunan kemiskinan dan angka pengangguran yang signifikan serta pertumbuhan ekonomi terbaik se-Jawa, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menyatakan Kuningan berada dalam tren kemajuan yang jelas, hasil dari kerja keras, kebijakan tepat, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus memperkuat program pemberdayaan, menjaga stabilitas ekonomi, dan menghadirkan kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.

Bupati Dian Rachmat Yanuar merasa yakin di 2026 kesejahteraan masyarakat Kuningan akan lebih baik, dengan dibukanya pintu investasi di Kabupaten Kuningan.

“Sudah ada beberapa investor yang menyampaikan minatnya di Kuningan, mulai dari industri hospitality, garment, hingga pertanian dan sekarang sedang berproses izin dan kajian teknis. Mudah-mudahan dengan masuknya investor nanti akan semakin mendorong program pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran di Kuningan”, pungkasnya.*** Dhian

Screenshot 20251205 051743

 

Berita Terkait

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Tinggalkan Pola Kerja ‘Asal Selesai’, Wali Kota Instruksikan ASN Fokus pada Dampak Nyata ke Masyarakat
RINA Oknum ASN ( PPPK Paruh Waktu ) diduga jalin Hubungan Asmara dengan MOMAN Suami Orang
Penguatan Pendidikan Karakter, Bupati Bandung Canangkan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS
Ada 100 Marbot di Brebes, Dapat Cek Kesehatan dan Kacamata Gratis dari Bupati
Empat Pejabat Strategis Resmi Dilantik, Pemkab Way Kanan Siap Tancap Gas, Senin 12 januari 2026
Dalam Operasi Pekat, Polresta Cirebon Berhasil Sita Ratusan Botol Miras 
KETUM DANRI SULTAN SEPUH CIREBON BERSAMA ANGGOTA DPRD KABUPATEN KUNINGAN FRAKSI GERINDRA SRI LAELASARI
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:15 WIB

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:04 WIB

Tinggalkan Pola Kerja ‘Asal Selesai’, Wali Kota Instruksikan ASN Fokus pada Dampak Nyata ke Masyarakat

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:32 WIB

RINA Oknum ASN ( PPPK Paruh Waktu ) diduga jalin Hubungan Asmara dengan MOMAN Suami Orang

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:52 WIB

Penguatan Pendidikan Karakter, Bupati Bandung Canangkan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:45 WIB

Ada 100 Marbot di Brebes, Dapat Cek Kesehatan dan Kacamata Gratis dari Bupati

Berita Terbaru

PEMERINTAH DAN PARLEMEN

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:15 WIB