Jakarta Selatan,Patrolinews86.com-
Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menggelar audiensi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/10) untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.
Kapolri menegaskan Polri bersama Kementerian Kehutanan dan pihak terkait telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengoptimalkan penanggulangan karhutla.
Pada 2025, Polri bersama pihak terkait telah melakukan 27.621 sosialisasi, 11.949 patroli, serta membangun 4.032 embung dan 1.457 menara pantau di wilayah rawan kebakaran hutan.
“Kami juga menerapkan early warning system dalam rangka monitoring dan deteksi dini terhadap potensi Karhutla melalui pemanfaatan aplikasi Geospatial Analytic Center (GAC), yang terpadu dan berkesinambungan dengan aplikasi instansi lainnya seperti SiPongi (Kemenhut), Fire Danger Rating System, Himawari (BMKG), dan TMAT (KLHK),” tutur Kapolri.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., menyampaikan terima kasih atas kerja sama Polri dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pernyataan itu disampaikan Menhut dalam pertemuannya bersama Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/10). “Pertama, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepolisian Republik Indonesia
terkait dengan karhutla pada tahun ini, berkat kerja sama kita bersama, angka karhutla kita alhamdulillah menurun.
Angka karhutla kita menurun dari 376 ribu hektare pada 2024, pada tahun ini menjadi 213 ribu hektare pada 2025,” ucap Menhut.
Selain itu, Menhut menuturkan keberhasilan ini juga berkat perhatian langsung Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yang memimpin dua rapat
terbatas membahas karhutla dan memberikan instruksi cepat serta tepat.
Fifi


























