Dadang: Siswa Nakal Di Kirim Ke Barak Di Harap Tak Pecah Belah Kan Masyarakat

Kamis, 22 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dadang: Siswa Nakal Di Kirim Ke Barak Di Harap Tak Pecah Belah Kan Masyarakat

Garut – Patrolinews86.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengirim pelajar nakal ke barak militer menuai kontroversi. Banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan itu, tapi tak sedikit juga yang mendukung.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Garut, Atep Taofiq Muhtar mengatakan, pro-kontra tersebut merupakan hal yang biasa.

“Saya yakin yang pro atau yang kontra memiliki niat baik untuk pendidikan di Jabar,” kata Atep kepada wartawan patrolinesw86.com di Pendopo, Rabu, (21/5/2025).

Zaini Shofari Soroti Biaya Pendidikan di Barak TNI yang Capai Rp 3,2 M
Atep mengatakan, fenomena anak nakal di dunia pendidikan akan selalu ada. Sebab, anak dilahirkan dengan fitrahnya masing-masing.

“Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada yang sepakat didisiplinkan dengan cara demikian (masuk barak) atau ada juga yang menyarankan dengan cara lebih soft,” ungkap Atep.

Atep sendiri berharap agar kebijakan tersebut disikapi dengan bijaksana dan tidak menjadi sumbu perpecahan di kalangan masyarakat. Sebab, kata Atep, dirinya melihat kebijakan tersebut saat ini menjadi perbincangan panas, khususnya di media sosial.

“Jangan sampai menjadi ajang perpecahan. Karena saya lihat, bagaimana netizen saling mengomentari dan menyerang. Perbedaan harus disikapi dengan bijaksana,” ungkapnya.

Di lingkungannya sendiri, Atep sendiri menyoroti kontribusi Madrasah Diniyah untuk mencegah kenakalan pelajar sekaligus membentuk karakter anak, agar tidak berujung kenalakan yang serius.

Dedi Mulyadi Jawab Kritik KPAI soal Anak Bermasalah ke Barak Militer
Sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan unsur keagamaan, Madrasah Diniyah diharapkan bisa menjadi benteng agar para pelajar tidak terjerumus kepada kenakalan remaja.

“Jadi, Madrasah Diniyah memiliki peran yang besar dalam dunia pendidikan di Jawa Barat. Utamanya dalam membentuk karakter pelajar agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran kenakalan,” pungkas Atep.

( Lip dadang kurnia/ asep )

Berita Terkait

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Rawan Korupsi Bupati Kuningan diharap Stop Dapur MBG, Masyarakat Demonstrasi Akbar Di Pendopo hari ini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030

Berita Terbaru