Ketergantungan Game Online: Ancaman Pendidikan Generasi Muda.

Jumat, 27 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketergantungan Game Online: Ancaman Pendidikan Generasi Muda.

Oleh : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H

Pergeseran minat pelajar dan mahasiswa dari belajar ke game online menjadi fenomena yang mengkhawatirkan hemat saya.
Ketergantungan ini berdampak signifikan pada prestasi akademik, kesehatan mental, dan masa depan mereka tentunya.

Latar Belakang.
Perkembangan teknologi dan aksesibilitas internet memudahkan akses ke game online.
Namun, kurangnya pengawasan orang tua, kurikulum pendidikan yang kurang menarik, dan tekanan sosial membuat pelajar dan mahasiswa lebih memilih bermain game daripada belajar.

Konsekuensinya ialah :
1. Menurunnya prestasi akademik dan kemampuan kritis.
2. Ketergantungan psikologis dan kecanduan.
3. Gangguan kesehatan mental (stres, ansietas, depresi).
4. Pengaruh sosial negatif (perkelahian, pelecehan online).
5. Kehilangan kesempatan dan potensi.

Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pencegahan Kecanduan Game Online.

Dampak
1. Meningkatnya angka putus sekolah.
2. Menurunnya kualitas sumber daya manusia.
3. Dampak ekonomi dan sosial bagi keluarga dan masyarakat.
4. Pengaruh negatif pada perkembangan moral dan karakter.

Kesimpulan yang saya amati ialah:
Ketergantungan game online merupakan ancaman serius bagi pendidikan dan masa depan generasi muda.
Perlu adanya peran aktif dari orang tua, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk mencegah dan mengatasi masalah ini.

Pesan dan Kesan
1. Orang tua harus memantau dan mengatur waktu bermain game anak-anak.
2. Pemerintah dan lembaga pendidikan harus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyediakan alternatif positif.
3. Pelajar dan mahasiswa harus menyadari pentingnya pendidikan dan mengatur waktu dengan bijak.
4. Masyarakat harus mendukung upaya pencegahan ketergantungan game online.

Berita Terkait

Plt Kadisdik Majalengka : Ir.Iman Firmansyah MM, Mari wujudkan Kabupaten Majalengka Langkung Sae sejalan dengan Visi dan Misi serta harapan Bupati  
GAYA SEMESTA SMPN 2 Kuningan: Pelepasan Relawan Peace Corps dan Peluncuran Buku Bilingual “In Another Life”
Hasil Turnamen E-Sports Kapolres Boyolali 2026, Ini Para Juara
Hardiknas 2026, Saatnya Bersatu Mencetak Generasi Masa Depan Bangsa
Hardiknas di Brebes, Ribuan Pelajar Deklarasi Keselamatan Tembus Rekor MURI
SDN 3 Way Terusan SP.3 Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026
H Soif SAg MPd, Kepala MAN I Cirebon Siap bawa perubahan yang nyata buat kemajuan Sekolah.
Gubernur Jawa Barat Menetapkan SMAN 1 Sindang Menjadi Sekolah Maung
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:56 WIB

Plt Kadisdik Majalengka : Ir.Iman Firmansyah MM, Mari wujudkan Kabupaten Majalengka Langkung Sae sejalan dengan Visi dan Misi serta harapan Bupati  

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:02 WIB

GAYA SEMESTA SMPN 2 Kuningan: Pelepasan Relawan Peace Corps dan Peluncuran Buku Bilingual “In Another Life”

Senin, 4 Mei 2026 - 21:02 WIB

Hasil Turnamen E-Sports Kapolres Boyolali 2026, Ini Para Juara

Senin, 4 Mei 2026 - 11:55 WIB

Hardiknas 2026, Saatnya Bersatu Mencetak Generasi Masa Depan Bangsa

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:50 WIB

Hardiknas di Brebes, Ribuan Pelajar Deklarasi Keselamatan Tembus Rekor MURI

Berita Terbaru

eropa365